BPPD Bandung, Arief Prasetya: Bayar Pajak Lebih Mudah

Ilustrasi Pajak. Pemkot Bandung mempermudah masyarakat dan pengusaha untuk membayar pajak dengan layanan online. (Jawa Pos)

Ilustrasi Pajak. Pemkot Bandung mempermudah masyarakat dan pengusaha untuk membayar pajak dengan layanan online. (Jawa Pos)

POJOKBANDUNG.com, Bandung-Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD), Arief Prasetya mengingatkan kepada para wajib pajak untuk melaksanakan kewajibannya sebelum waktu jatuh tempo. Hal itu untuk agar terhindar dari denda.


Untuk memudahkan pembayaran, BPPD Kota Bandung telah bekerja sama dengan sejumlah pihak agar mempermudah para wajib pajak membayar kewajibannya. Salah satunya bekerja sama dengan Bank Jabar Banten (BJB).

“Kita bekerja sama dengan BJB. Bisa membayar lewat teller, ATM (Anjungan Tunai Mandiri), e–banking. Ada juga beberapa channel kita buka seperti melalui Tokopedia, Kantor Pos, dan Bukalapak,” ujarnya.

Arief mencontohkan, untuk Pajak Bumi dan bangunan (PBB) akan jatuh tempo pada 30 September. Apabila lewat maka akan dikenakan denda sebesar 2%. Hal ini juga berlaku untuk pajak air dan tanah.

Sedangkan untuk pengusaha restoran atau hotel, batas akhir pembayarannya pada tanggal 15 setiap bulannya. Apabila lewat dari itu maka akan dikenakan denda 2%. Jika telat membayar pajak selama 2 bulan maka dikenakan SKPD Jabatan (Surat Ketetapan Pajak Daerah) dan dikenakan denda sebesar 25%.

“BPPD mengingatkan kepada masyarakat agar melakukan pembayaran tidak mendekati jatuh tempo agar pelayananan bisa lebih maksimal,” imbaunya.

Arief mengungkapkan, di tahun 2019 ini, Pemkot Bandung menargetkan meraih pajak sebesar Rp2,56 triliun. Hingga saat ini, telat tercapai sekitar Rp1,4 triliun atau 48 persen dari target.

“Ini masih jauh dari target pendapatan pajak di Kota Bandung. Oleh karenanya, kami mengimbau kepada para wajib pajak taat dan tepat membayar pajak,” katanya.

Sementara itu, Kepala Divisi Hubungan Kelembagaan Bank BJB, Haris S. Sinaga mengungkapkan, sebagai bank daerah, BJB berusaha untuk membantu pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan pajak daerah.

“Bank BJB telah menjalin kemitraan dengan Indomaret, Tokopedia dan Bukalapak. Sehingga tidak menjadi alasaan lagi bagi masyarakat untuk tidak membayar pajak,” ujarnya.

Menurut Haris, hadirnya kemudahan tersebut, masyarakat tidak perlu antre di bank. Cukup dengan smartphone maupun datang ke channel yang sudah berkolaborasi mempermudah pembayaran pajak.

Selain PBB, Bank BJB juga memfasilitasi masyarakat untuk pembayaran pajak kendaraan. Bank BJB juga akan berusaha memperluas kemitraan demi mempermudah masyarakat dalam pembayaran pajak, seperti mencoba menjalin kerja sama dengan GoPay.

(Mur)

Loading...

loading...

Feeds

Ratusan Para Pekerja Kena PHK

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 448 orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dari 12 perusahaan. Hal itu berdasarkan data yang diperoleh …

Dana BK Porda Tak Ideal

POJOKBANDUNG.com, KUTAWARINGIN – Akibat pandemi Covid 19, Pemerintah Kabupaten Bandung terpaksa harus melakukan refocusing terhadap anggaran Komite Olahraga Nasional Indonesia …

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …

Dinas Lingkungan Hidup Usulkan Perda TPU

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Pemerintah Kabupaten Subang, melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH)  mengusulkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tempat Pemakaman Umum (TPU) …

Pemkab Belum Ada Rencana Perbaikan

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi, belum ada rencana untuk memperbaiki bangunan sekolah rusak yang terdampak banjir. Kepala Dinas …