Satpol PP Ingatkan Penjual Bendera

ILUSTRASI : Penjual bendera merapikan dagangannya. (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

ILUSTRASI : Penjual bendera merapikan dagangannya. (foto : TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pemerintah Kota Cimahi meminta agar para penjual bendera musiman tidak menggelar lapak di zona terlarang. Menurut aturan Perda K3, kawasan zona merah tersebut, yakni bahu jalan, pagar taman kota, area taman kota, terutama sepanjang trotoar. Kendati demikian, pemerintah tidak akan melakukan penertiban secara represif.


Menurut Kepala Satpol PP Kota Cimahi, Totong Solehudin, sejauh ini para penjual bendera di Cimahi, hanya muncul saat mendekati perayaan HUT RI saja. Sehingga pihaknya hanya mengingatkan agar tidak berjualan di lokasi yang sudah dilarang.

“Kami mempersilakan mereka berjualan, asal tidak di tempat atau zona terlarang,” ujar Totong.

Jika berbicara aturan, para pedagang itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Cimahi Nomor 8 Tahun 2009 tentang Ketertiban, Kebersihan, dan Keindahan (K3). Sanksinya berupa tindak pidana ringan (tipiring), dengan denda Rp50 ribu.

“Bukan berarti kami tidak menegakkan aturan, tapi pendekatannya berbeda. Mereka hanya pedagang musiman,” tuturnya.

Sementara itu, Ade Sumarna (34), salah seorang penjual bendera di kawasan Jalan Amir Machmud mengaku, ia bersama pedagang lainnya sempat kebingungan mencari lapak untuk jualan benderanya. Terlebih, iapun tidak mau lapak jualannya malah mengganggu ketertiban umum.

“Saya baru jualan bendera di Cimahi, jadi belum tahu daerah mana wilayah terlarangnya. Saya juga was-was kalau ada penertiban Satpol PP,” ujar Ade.

Soal pendapatan berjualan bendera di Cimahi, dirinya mengaku omset yang diperoleh tidak terlalu besar, apalagi bendera termasuk barang yang awet. Harganya bervariasi, kalau yang kurang dari 1 meter dipatok Rp20 ribu. Kalau yang panjang dan berenda Rp100 ribu sampai Rp125 ribu.

“Pendapatan tidak menentu, kadang sehari ada yang terjual kadang tidak. Paling dapat Rp200 ribu sampai Rp300 ribu sehari,” tuturnya.

Agar terhindar dari penertiban, selama di Cimahi, dia dan sesama pedagang bendera lainnya memanfaatkan masjid untuk tidur atau sekadar beristirahat.

“Karena kita jualan juga kurang dari sebulan, ya pindah-pindah masjid saja untuk tidur. Kalau ngontrak mahal,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

persib

Aneh dengan Permainan Persib Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung menelan kekalahan dari Persela Lamongan 0-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa …

Uji Kompetensi, Upaya Menjaga Kualitas Wartawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pertumbuhan anggota organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terus meningkat. Para pengurus berharap kuantitas anggota yang ada berbanding …
pemkot

PD Pasar Diminta Pertahankan Pasar Andir

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memerintahkan PD Pasar Bermartabat untuk pertahankan aset Pasar Andir. Pernyataan itu menyusul atas …
Robert

Persib Fokus ke Pertandingan Terdekat

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Maung Bandung masih tertahan di peringkat klasemen Liga 1 2019. Jalan terjal perlu dilalui tim asuhan Robert …
Timnas

Ibas Panggil Dua Pemain Timnas Putri

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelatih Persib Putri, Iwan Bastian langsung bergerak cepat memanggil dua pemainnya yang tergabung Timnas Indonesia Putri. Mereka …

Bupati Raih Baznas Jabar Award 2019

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser dianugerahi penghargaan sebagai Kepala Daerah Pendukung Pengelolaan Zakat, dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) …
Pemkot

Disbudpar Siapkan Lomba Kesenian Sambut 2020

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyiapkan sejumlah acara untuk perayaan tahun baru 2020. Salah satunya adalah lomba kesenian …