Dua Desa Terancam Erupsi Tangkuban Parahu

HIBAH : BPBD Kabupaten Subang, menerima hibah bantuan logistik dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi bencana erupsi Gunung Tangkuban Parahu‎. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

HIBAH : BPBD Kabupaten Subang, menerima hibah bantuan logistik dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi bencana erupsi Gunung Tangkuban Parahu‎. (foto : M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Subang, menerima hibah bantuan logistik dari pemerintah pusat untuk mengantisipasi bencana erupsi Gunung Tangkuban Parahu‎.


Bantuan logistik yang diserahkan berupa peralatan dapur, tikar, matras, peralatan dan makanan siap saji.

Kepala BPBD Kabupaten Subang, H. Hidayat mengatakan bantuan logistik dari pemerintah pusat itu disalurkan melalui BPBD Provinsi Jawa Barat.

“Untuk jenis bantuannya sedang didata. Bantuan ini untuk mengantisipasi daerah yang rawan terdampak bencana erupsi Gunung Tangkuban Parahu,” ujar H. Hidayat, Kamis (8/8/2019).

Hidayat menyebutkan, ada dua desa di lereng Gunung Tangkuban Parahu yang rawan terdampak langsung. “Kedua desa itu, Desa Cicadas dan Desa Ciater yang rentan terdampak langsung oleh erupsi Gunung Tangkuban Parahu,” imbuhnya.

Selanjutnya, Hidayat menerangkan mengenai jumlah warga di dua desa tersebut sekitar 9.000 jiwa. Hingga kini pemetaan wilayah terdampak masih terus dilakukan pemantauan.

Sementara itu beradasarkan catatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) saat ini aktivitas Ginung Tangkuban Parahu saat ini telah menunjukan menurun getaran amplitudo.

Status Gunung Tangkuban Parahu menjadi level aman dari anggka 40-40 menjadi 40-25. Level aman atau normal terhitung sejak 7 Agustus 2019 pukul 08.00 WIB.

“Pihak PVMBG terus melakukan evaluasi untuk mengantisipasi tingkat aktivitas,” kata petugas jaga PVMBG, Adzan.

Pihaknya memastikan bahwa aktivitas Gunung Tangkuban Parahu sudah menurun jika dibandingkan dengan hari sebelumnya.

“Alhamdulilah akativitas vulkanik Gunung Tangkuban Paahu sudah menurun, getaran amplitudo eropsi menurun dari 40-40 menjadi 40-25,” pungkasnya.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds