Puluhan Hektare Lahan Pertanian Kekeringan

KERING : Sungai Cisunggalah yang kering akibat kemarau yang berkepanjangan. (foto : DEDEN KUSDINAR/RADAR BANDUNG)

KERING : Sungai Cisunggalah yang kering akibat kemarau yang berkepanjangan. (foto : DEDEN KUSDINAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SOLOKANJERUK – Sungai Cisunggalah yang membelah kawasan Desa Panyadap Kecamatan Solokanjeruk Kabupaten Bandung, Senin (5/8/2019) tampak kering kerontang. Tidak ada satu tetes pun aliran air yang mengalir di Sungai Cisunggalah, Sub Sungai Citarik (anak Sungai Citarum) tersebut.


Pantauan di lapangan, aliran Sungai Cisunggalah yang disebut warga setempat Sungai Ciseeng itu karena tidak ada airnya itu, hanya menyisakan endapan sedimentasi. Tumpukan sampah juga terlihat berserakan di aliran Sungai Cisunggalah tanpa air tersebut.

Sekretaris Desa Panyadap H. Danny Isnendar mengatakan, kekeringan pada aliran Sungai Cisunggalah itu dampak musim kemarau yang sudah berlangsung beberapa bulan ini.

Sudah tiga bulan lebih atau sejak Mei lalu hingga sekarang ini, aliran Sungai Cisunggalah kering kerontang. Ini akibat musim kemarau,” keluh Danny kepada wartawan di Desa Panyadap.

Ia mengatakan, selain dampak kemarau, keringnya aliran Sungai Cisunggalah karena faktor endapan sedimentasi. Sehingga aliran air tak berjalan mulus karena terhambat sedimentasi.

“Pada 2017 lalu sempat ada pengerukan sedimentasi, namun hasilnya belum maksimal. Aliran air Sungai Cisunggalah hanya sampai kawasan Desa Bojong Kecamatan Majalaya, memasuki kawasan Desa Panyadap sudah tak ada airnya,” jelas Danny.

Kekeringan aliran Sungai Cisunggalah yang disebabkan musim kemarau, imbuhnya, sudah berlangsung selama lima tahun ini. “Kalau sudah kemarau, sudah pasti airnya tak ada. Begitu memasuki musim hujan, aliran airnya cukup besar dan terkadang menyebabkan tembok penahan tebing aliran sungai jebol seperti yang terjadi beberapa bulan lalu,” jelasnya.

Ia pun mengaku prihatin ketika melihat aliran Sungai  Cisunggalah dangkal karena tebalnya sedimentasi. Semula aliran Sungai Cisunggalah itu sedalam tiga meter, kini hanya sedalam satu meter. “Itu akibat tingginya sedimentasi,” keluhnya.

Dikatakan Danny, dampak kekeringan aliran Sungai Cisunggalah tersebut, seluas 60-70 hektare lahan pertanian di Desa Panyadap dilanda kekeringan. “Puluhan hektare lahan pertanian sudah pasti kekeringan dan tak bisa ditanami,” katanya.

Namun ketika melakukan pemantauan ke hulu Sungai Cisunggalah di Desa Bojong, masih ada aliran airnya. Namun debitnya sangat kecil, sehingga aliran air yang ada itu hanya bisa dimanfaatkan para petani di kawasan tersebut.

(den)

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …