Genset Tak Optimal, Pedagang Pasar Baru Merugi

BALIK KANAN : Ribuan pengunjung Pasar Baru memilih pulang ketimbang belanja, Selasa (6/8/2019).  (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG )

BALIK KANAN : Ribuan pengunjung Pasar Baru memilih pulang ketimbang belanja, Selasa (6/8/2019). (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Bandung, khawatir akan terus menurunnya pendapatan para pedagang. Terlebih, semenjak pengelolaan pasar diambil alih pemerintah, hingga saat ini perekonomian warga pasar tak kunjung membaik.


Menurut informasi yang dihimpun Radar Bandung di lokasi, dari sekian banyak deretan toko di tiap lantai, sebagian ada yang belum membuka lagi tokonya, bahkan ada pula yang memilih tutup dulu sebelum pengelolaannya normal.

Seperti yang terjadi baru-baru ini, ketika kejadian padamnya listrik dari PLN yang berjam-jam, dampaknya sangat dirasakan oleh para pedagang. Akan tetapi, hal itu diperparah oleh pihak pengelola pasar yang dinilai tidak bisa mengoperasikan Generator Set (Genset) dengan maksimal.

Menurut Wakil Ketua HP2B Bandung, Sudirman Lawe, untuk antisipasi jika terjadi padam listrik dari PLN, pihaknya sangat mengandalkan perangkat daya listrik tersebut. Jumlah genset yang ada di Pasar Baru, kata dia, ada sebanyak tiga unit.

“Kalau pedagang kan nggak mau tahu. Mereka sudah bayar, berarti jangan sampai ada lagi hal yang tidak diinginkan, kaya kemarin pas listrik mati,” kata Laweh kepada Radar Bandung di Pasar Baru Jalan Otto Iskandardinata, Bandung, Selasa (6/8/2019).

Sejauh ini, lanjut dia, jika terjadi pemadaman listrik dari PLN, pihaknya selalu berkoordinasi dengan bagian engenering atau sebaliknya. Namun, kali ini, ia mengaku kecewa terhadap pengelola. Para pedagang menilai, bagian engenering tidak bisa mengoperasikan genset dengan maksimal. Akibatnya, hari yang sangat dinanti para pedagang untuk meraup keuntungan sirna.

Bagaimana tidak, di hari libur kemarin Minggu (4/8/2019), pengunjung yang hendak berbelanja memilih pulang lantaran lift maupun eskalator tidak berfungsi. Bahkan menurut informasi, sempat ada pengunjung yang terjebak didalam lift. “Memang ada yang terjebak, tapi Alhamdulilah bisa diatasi,” ujarnya.

Sementara terkait omset di hari libur kali ini, kata Laweh, pedagang hanya bisa menggerutu lantaran, sejak sekitar Pukul 10.00 Wib, pengunjung sudah banyak yang memilih balik ketimbang diteruskan belanja.

“Gimana mau dapat untung, kalau kejadian seperti ini tidak bisa diantisipasi. Apalagi kondisi perekonomian di pasar sekarang, jauh menurun dari sebelumnya,” ungkapnya.

Mewakili pedagang, ia meminta pihak pengelola khususnya pemerintah, bisa bekerjasama dengan HP2B, untuk meningkatkan kembali perekonomian di Pasar Baru.

“Intinya kami ingin penjelasan dari pengelola terkait pengoperasian genset yang tidak maksimal kemarin. Selain itu, kamipun minta pengelola agar memberikan surat edaran terkait permohonan maaf kepada pedagang,” pungkasnya,

(gat)

 

 

Loading...

loading...

Feeds

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …

46 Warga Kampung Jati Dievakuasi

POJOKBANDUNG.com, SUKABUMI – Aktivitas bencana pergerakan tanah yang memprakporandakan tiga perkampungan penduduk di wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Nyalindung, kian meluas …

Korban Banjir Terjangkit Ragam Penyakit

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Banjir yang sempat melanda wilayah utara (Pantura), Subang menimbulkan dampak penyakit bagi warga, yakni penyakit gatal pada …

Bakti Sosial Dosen untuk Masyarakat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sepuluh dosen Program Studi Pendidikan Guru (PG) PAUD IKIP Siliwangi Bandung melaksanakan kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) …

Sumber Bantuan Perbaikan RTLH di Cimahi

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) di Kota Cimahi segera dilaksanakan. Rencana pelaksanaannya di bulan Maret atau …