Musim Kemarau, Taman Pemkab Layu

KERJA : Para ASN KBB saat bekerja di Pemkab Bandung Barat. Tanaman hias di sejumlah taman milik Pemkab Bandung Barat banyak yang mati akibat kekeringan dan teriknya sinar matahari. (foto : TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

KERJA : Para ASN KBB saat bekerja di Pemkab Bandung Barat. Tanaman hias di sejumlah taman milik Pemkab Bandung Barat banyak yang mati akibat kekeringan dan teriknya sinar matahari. (foto : TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Musim kemarau selama dua bulan terakhir ini menyebabkan tanaman hias di sejumlah taman milik Pemkab Bandung Barat banyak yang mati akibat kekeringan dan teriknya sinar matahari.


Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Adang Rachmat Safaat menjelaskan, hal tersebut diakibatkan penyiraman tanaman yang kurang maksimal dikarenakan berkurangnya pasokan air.

“Selama musim kemarau penyiraman jadi kurang maksimal. Biasanya dilakukan setiap hari, sekarang berkurang jadi dua hari sekali,” kata Adang Rachmat Safaat di Ngamprah, Kamis (1/8/2019).

Berkurangnya penyiraman, lanjut Adang, disebabkan menyusutnya sumber air yang biasa digunakan. Selain mengambil air dari Sungai Cimeta juga Situ Ciburuy. Namun sekarang kondisi sungai dan situ tersebut juga mengalami penurunan debit air.

“Biasanya Dinas Perkim mengambil air dari sungai yang berada di Kecamatan Ngamprah tersebut untuk menyiram tanaman di taman-taman kompleks perkantoran Pemkab Bandung Barat,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, disaat sumber air dalam keadaan normal, satu truk tangki air dalam satu hari bisa sampai empat kali ritase. Namun pada musim kemarau seperti sekarang ini, pengambilan air hanya bisa dilakukan sekali dalam sehari.

“Perkim memiliki empat truk tangki air dengan kapasitas 8.000 liter per truk, namun tak bisa dioperasionalkan. Dalam keadaan normal, seluruh truk tangki kita kerahkan untuk menyiram tanaman,” paparnya.

Taman milik Pemkab Bandung Barat antara lain berada di kompleks perkantoran, Kecamatan Cipeundeuy, Rajamandala, Cikalongwetan dan Cililin.  “Tanaman yang mati pasti kita ganti dengan yang baru,” tandasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds