Apindo dan BPJSTK Kolaborasi Kembangkan SDM untuk Pemenuhan Tenagakerja Indonesia

PRODUKSI: Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proses produksi disalah satu perusahaan industri di Jawa Barat.

PRODUKSI: Sejumlah pekerja sedang menyelesaikan proses produksi disalah satu perusahaan industri di Jawa Barat.

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus memetakan kebutuhan tenaga kerja pada sektor industri di Indonesia. Salah satu upaya yang dilakukan ialah menjalin kerjasama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto menyampaikan, kolaborasi ini dibangun lantaran pihaknya ingin mendapatkan data seputar kebutuhan para tenaga kerja di perusahaan tanah air.

“Hari ini kita tandatangani kerjasama dengan Pusat Studi Apindo untuk penelitian dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk pemberian informasi kebutuhan tenaga kerja,” kata Agus, kemarin.

Di lain sisi, ia mengatakan, pihaknya telah memiliki data ketersediaan tenaga kerja dengan berbagai keahlian pada sektor industri nasional. Adapun BPJS Ketenagakerjaan sendiri pada tahun ini telah mengeluarkan anggaran Rp294 miliar untuk membuat program pelatihan vokasional (vocational training) yang bisa diikuti 20 ribu orang.

Di lain tempat Deputi Direktur Wilayah BPJS Jawa Barat, Kuswahyudi menjelaskan, program pelatihan ini ditujukan bagi para peserta untuk berbagai kategori, seperti yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), habis kontrak, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang hendak bekerja di kampung halamannya, hingga yang punya keterbatasan fisik atau disabilitas.

“Jadi yang kami utamakan adalah peserta dulu. Ini kan sudah ada peserta kita. Peserta kita ada yang keluar nih, karena PHK, sakit, dan sebagainya. Ini mereka akan kita latih,” papar kuswahyudi.

Kuswahyudi menyebut, pelatihan tersebut bakal diberikan dalam bentuk job shifting, yakni dengan mempelajari keahlian baru pada sektor industri lain sehingga kemampuan kerjanya bertambah.

“Misalnya, ada pekerja atau peserta yang mengalami PHK di bidang industri A. Sementara ada industri B yang bisa menyerap. Mereka harus dilatih kembali keahliannya. Kita berikan training ini, dan diharapankan bisa terserap,” pungkas Kuswahyudi.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

Pemkab Bandung Serius Tegakkan KTR

Keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengimplementasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2017 Tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) sangat …