Dua Pejabat ADB Incar KBB

DIALOG : Kadisnakertrans KBB, Iing Solihin (kiri) berdialog dengan tim Asian Development Bank (ADB) di BLK Lembang, Rabu (31/7/2019). (foto : MOCH. HABIBI/RADAR BANDUNG)

DIALOG : Kadisnakertrans KBB, Iing Solihin (kiri) berdialog dengan tim Asian Development Bank (ADB) di BLK Lembang, Rabu (31/7/2019). (foto : MOCH. HABIBI/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Untuk membantu program pemerintah daerah dalam menanggulangi pengangguran usia produktif di KBB melalui program Skill Development Center (SDC) Dua pejabat perwakilan Asian Development Bank (ADB) mengunjungi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bandung Barat (KBB) dan Balai Latihan Kerja (BLK), Lembang.


Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) KBB Iing Solihin mengatakan, alasan perwakilan ADB tertarik datang ke KBB karena menilai Pemda KBB sangat serius dalam upaya mengurangi angka pengangguran di masyarakat dan juga atas rekomendasi dari Bappenas.

“Program SDC ini tidak hanya dibiayai oleh empat kementerian saja, tapi juga memungkinkan mendapatkan bantuan dari ADB melalui program corporate social responsibility (CSR),” kata Iing di Ngamprah, Rabu (31/7/2019).

Apalagi mereka juga sedang mencari satu daerah di Pulau Jawa dan satu di luar Jawa untuk mendapatkan bantuan CSR. Selain di KBB, ADB juga melirik Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).

Sejauh ini, ADB telah sukses dalam menggulirkan program pengurangan angka pengangguran di Filipina. Berkaca dari kesuksesan itu dan melihat pertimbangan karakteristik masyarakat serta budaya di Filipina, Iing optimistis dengan keterlibatan ADB dalam mendukung program SDC maka pengangguran di KBB bisa turun hingga di bawah 5 persen.

Sebab penyerapan tenaga kerja bukan hanya ke sektor industri tapi juga melalui pencetakan wirausaha baru. “Fokusnya lebih cenderung ke pendidikan vokasi, dimana para pencari kerja dilatih dan diberi pendidikan kewirausahaan. Melalui program ini angka pengangguran di KBB yang asalnya sekitar 69.000 dalam enam bulan turun menjadi hanya 60.000,” ujar dia.

Disinggung mengenai bentuk bantuan yang akan diberikan oleh pihak ADB, Iing mengaku masih dalam tahap pembicaraan. Jika diberi dana CSR, pihaknya akan menerima, begitupun jika diberi bantuan program atau peralatan sehingga Pemda KBB hanya sebagai penerima manfaat juga akan diterima.

Prinsipnya apa yang diberikan bisa bermanfaat baik langsung maupun tidak, dalam upaya pengurangan angka pengangguran. “Kami akan terima aja apapun itu (bantuannya). Ini masih dalam tahap pembicaraan, hanya yang pasti bantuannya dari CSR. Sebagai pertimbangan itu perwakilan ADB, Mr Steve dari bagian Bimbingan Teknis dan Mr Harry sebagai pimpinan proyek sudah mengumpulkan informasi terkait penanganan pengangguran di KBB,” pungkasnya.

(bie)

Loading...

loading...

Feeds