100 Petugas Pantau Kualitas Hewan Kurban

BERI PAKAN: Seorang peternak sapi sedang memberi makan hewan kurban untuk dijual jelang Idul Adha.  (foto : IST)

BERI PAKAN: Seorang peternak sapi sedang memberi makan hewan kurban untuk dijual jelang Idul Adha. (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung melepas tim satgasus pemeriksaan hewan kurban 2019. Tim yang berjumlah 100 orang itu bertugas memeriksa kondisi hewan kurban sebelum dibeli dan dipotong serta pemerksaan kondisi daging dan hati hewan kurban.


“Tim ini terdiri dari petugas Dispantan Kota Bandung, Mahasiswa Kedokteran Unpad dan Dinas Peternakan Pemprov Jabar,” ujar Walikota Bandung, Oded M Danial, kepada wartawan, Senin (29/7/2019).

Oded mengatakan, tim ini bertugas untuk memeriksa kondisi hewan kurban sebelum dibeli penjual sampai saat pemotongan dan pemerksaan kondisi daging dan hati hewan qurban.

“Jadi mereka bekerja mulai dari hari ini sampai hari tasyrik. Kurang lebih sampai tanggal 14 Agustus, karena Idul Kurban tangal 11 Agustus,” terang Oded.

Kepada penjual hewan kurban, Oded berpesan agar selama berjualan tetap menjaga K3. Karenanya, beberapa tempat yang dilarang digunakan untuk berjualan diantaranya, trotoar dan taman kota.

“Sehingga, bisa mendapatkan rizki, tanpa merugikan orang lan,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dispangtan Kota Bandung, Gingin Ginanjar menghimbau kepada warga Kota Bandung yang akan membeli hewan kurban, agar membeli yang sudah mendapatkan kalung sehat dan layak.

“Dicek juga tahun nya, harus tahun 2019. Jangan sampai penjual bandel mengunakan kalung lama di hewan kurban yang tidak layak,” terang Gingin.

Jika sudah membeli hewan kurban, masyarakat diminta untuk tidak segera melepas kalung sehat. Khawatir dikalunkan kepada hewan yang belum diperksa, atau yang tidak sehat dan layak.

Tahun ini, lanjut Gingin, pihaknya mencetak sekitar 35 ribu kalung sehat. Jumlah ini meninkat dari tahun lalu, lantaran Gingin memprediksi adanya peninkatan pembelian hewan qurban.

“Kalau meliht tahun lalu, kami memeriksa sekitar 25 ribu hewan kurban, tahun ini duprediksi akan mengkat sampai 5 persen,” tambahnya.

Untuk hewan yang dinyatakan tidak layak, Gingin mengatakan akan diobat dulu. Jika ternyata tidak bisa diobati, maka akan di apkir atau dikembalikan.
Karenanya, untuk hewan yang datang dari luar daerah, sangat pentin untuk memeriksa surat jalan dan surat sehat dari daerah asal mereka.

“Dan itu tugas tim satasus pemantauan ini untuk memeriksanya,” tandas Gingin.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds