Agustus, Bulan Untung Penjual Bendera

MOMEN : Penjual bendera menjajakan dagangannya di Jalan Surapati Bandung, Kamis (25/7/2019).
(foto: AGUNG PANCA NUGRAHA/RADAR BANDUNG)

MOMEN : Penjual bendera menjajakan dagangannya di Jalan Surapati Bandung, Kamis (25/7/2019). (foto: AGUNG PANCA NUGRAHA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bulan Agustus merupakan bulan yang sangat dinantikan oleh para penjual bendera. Terlebih, bagi mereka bulan Agustus adalah momen hari kemerdekaan bangsa Indonesia. Sehingga, berdampak pula terhadap pendapatan usahanya.


Seperti yang dilakukan oleh seorang penjual bendera musiman di sekitaran Jalan Surapati Bandung, Pandi (58), ia mengaku setiap menjelang perayaan hari kemerdekaan 17 Agustus, selalu berjual bendera ke luar daerah.

“Saya sudah delapan tahun jualan bendera ke Bandung,” ujar pria asal Garut itu.

Pada taun ini (2019), ia membawa stok bendera lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya. Menurutnya, ada hitungan dalam penjualan bendera setiap tahunnya. Setiap 3 tahun sekali, benderanya selalu laku di banding dua tahun sebelumnya.

“Hitungannya, pembeli bendera kan ada yang beneranya sudah rusak atau hilang. Tahun ini mudah-mudahan ada peningkatan jualannya. Karena dau tahun lalu agak sepi pembelinya,” katanya.

Bendera yang ia jual bermacam-macam motif dan fariasi. Sudah tentu dari fariasi dan motif harganya pun akan berbeda. Kata dia, bendera kotak yang biasa ukuran 100cm x 20cm, dijual dengan harga Rp20 ribu. Sementara bendera jenis umbul-umbul seharga Rp25 ribu. Bendera dengan motif Belandir harganya Rp40 ribu. Selain itu, ada pula yang harganya hingga ratusan ribu. Nilai itu diukur dari panjang dan lebar. Misalnya, bendera background dengan panjang 10 meter ia jual seharga 250 ribu.

“Harga dari bandarnya segitu. Saya paling ambil untung Rp10 ribu sampai Rp20 ribu per bendera,” ucapnya.

Perkiraan meningkatnya penjualan bendera tahun ini, diakui penjual bendara lainnya Yadi (40),  tahun ini ia membawa bendera dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

‘’Sekarang agak sedikit rame. Mungkin karena kesadaran masyarakat meningkat untuk memasang bendera di hari kemerdekaan ini,” kata Yadi, yang juga berasa dari Garut.

Dia berharap, sadarnya masyarakat Indonesia dengan memasang bendera kebangsaan terus meningkat. Sebab selain sebagai bentuk cinta tanah air, juga berdampak pada meningkatnya pendapatan penjual bendera.

(cr1)

Loading...

loading...

Feeds