Disbudparpora Kota Cimahi Menunggu Hasil Verifikasi

HERITAGE : Pengendara melintas di sekitaran bangunan bersejarah Rumah Sakit Dustira.
( TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

HERITAGE : Pengendara melintas di sekitaran bangunan bersejarah Rumah Sakit Dustira. ( TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Dari 20 bangunan bersejarah di Kota Cimahi yang didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), 10 diantaranya lolos verifikasi. Sementara 10 lainnya masih menunggu hasil verifikasi.


Bangunan heritage yang rata-rata berdesain art deco dan indische empire khas bangunan Belanda itu didaftarkan ke Sistem Registrasi Nasional Cagar Budaya Kemendikbud.

“Alhamdulillah ada 10 bangunan yang sudah lolos tahap verifikasi. Penilaiannya dilakukan oleh petugas dari kementerian,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Cimahi, Budi Raharja, saat ditemui di Kantor Pemerintahan Kota Cimahi, Jalan Demang Hardjakusumah, Rabu (24/7/2019).

Selain 10 bangunan yang sudah lolos verifikasi, Disbudparpora juga menanti nasib 10 bangunan lain yang didaftarkan apakah lolos verifikasi atau tidak.

Dia menyebutkan, setelah lolos tahapan verifikasi, selanjutnya masuk ke tahap penilaian oleh tim ahli yang menentukan apakah laik dikategorikan bangunan cagar budaya atau tidak. Jika semua tahapan sudah dilalui, barulah bisa ditetapkan oleh Kemenpar.

“Hanya saja kita belum punya tim ahli verifikator lapangan yang menentukan kelaikan bangunan. Jadi sekarang kita bentuk tim ahlinya, ada 2 dari komunitas dan 2 dari instansi. Diikutkan pelatihan dulu, sekitar bulan November selesai,” jelasnya.

Tujuan pendaftaran bangunan cagar budaya itu, katanya, sebagai langkah melindungi desain bangunan agar tidak dipugar seenaknya oleh pemilik bangunan, yang rata-rata dimiliki oleh TNI.

“Hampir semua bangunan heritage di Cimahi ini kan milik TNI. Kalau tidak dilindungi oleh Pemkot melalui sistem registrasi, ya nanti akan habis direnovasi, seperti rumah-rumah zaman Belanda di Jalan Baros. Kendala lainnya kita belum punya Perda Cagar Budaya,” tegasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds