Sanksi Tegas untuk PT. Benang Warna Indonesia di Kota Cimahi

PATROLI : Tim Satgas Citarum Harum Sektor 21, memergoki saluran pembuangan limbah cair ke sungai.
( IST )

PATROLI : Tim Satgas Citarum Harum Sektor 21, memergoki saluran pembuangan limbah cair ke sungai. ( IST )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI –  Tak kapok-kapok. PT. Benang Warna Indonesia (BWI) yang beroperasi di wilayah Kota Cimahi, kembali membuang limbah cairnya secara langsung tanpa melalui proses pengolahan. Tindakan pengelola pabrik yang sengaja mencemari lingkungan itu, seakan menganggap remeh aturan pemerintah.


Pabrik tekstil itu kepergok oleh Satgas Citarum Harum Sektor 21, yang tengah melaksanakan patroli rutin.

Komandan Satgas Citarum Harum Sektor 21, Kolonel Inf. Yusef Sudrajat mengatakan, saat pihaknya melintas di Kawasan Industri wilayah Cimahi, Jumat (19/7/2019) dini hari lalu, melihat aliran sungai di sekitaran Jalan Industri mengeluarkan asap yang dihasilkan dari uap.

“Tim kami pun mendekat ke sumber uap. Ternyata, aliran air di dekat pabrik itu berwarna hitam pekat dan masih panas,” kata Yusef.

Dia menambahkan, didapatinya pabrik yang buang limbah itu, ternyata merupakan pabrik yang sebelumnya pernah diberikan teguran oleh Pemerintah Kota Cimahi.

“Pabrik ini sudah dua kali kita pergoki lakukan pelanggaran, waktu itu hanya teguran saja,” ujar.

Tim Satgas Citarum menilai, tindakan pencemaran lingkungan ini dianggap tidak mematuhi dan memperbaiki kesalahan setelah teguran pertama. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan eksekusi penutupan saluran limbah.

Untuk melakukan tindakan tegas terhadap pabrik tersebut, tim Satgas Citarum langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi, agar mendapat rekomendasikan pemberian sanksi hukumnya.

Kepala DLH Kota Cimahi, Mochamad Ronny, mengatakan, terkait dengan pabrik yang melakukan pelanggaran wajib dikenakan sanksi apalagi yang sudah pernah diberikan teguran.

“Sanksi yang kita berikan adalah administratif atau tertulis, bahwa pertama perusahaan kita tegur dulu. Setelah itu pelanggarannya harus diperbaiki sesuai aturan. Bisa meningkat ke sanksi pencabutan izin atau penutupan pabrik,” katanya.

Tahun ini, pihaknya menargetkan 100 perusahaan akan diawasi dan dilakukan pengecekan baku mutu limbah yang dihasilkan.

“Tahun ini 100, sudah ada 17 perusahaan yang kita berikan sanksi administratif. Sisanya sedang berjalan, karena keterbatasan SDM jadu agak lambat pergerakannya,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

Unpad Tambah Guru Besar

Universitas Padjajaran (Unpad) mengukuhkan Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Farmakologi dan Farmasi …
bojongloa

Delapan Rumah Diamuk Puting Beliung

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Sedikitnya delapan unit rumah rusak akibat diterjang hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang wilayah desa Bojongloa,Kecamatan …
22 pemain

22 Pemain Disiapkan Hadapi Dua Tandang

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung bertolak ke Yogyakarta pada Kamis (5/12/2019) dengan kekuatan 22 pemain. Persib bakal menantang tuan rumah …
proyek

Rp 50 Miliar Bangun Skywalk dan Tower

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung bersiap membangunan Skywalk Al-Fathu dan Tower Sabilulungan. Anggaran untuk dua proyek tersebut sebesar Rp …
Narkoba

Sosialisasi P4GN Cegah Penyalahgunaan Narkoba

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan serius dan mendapat perhatian penuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk Pemkot Kota Bandung. Berdasarkan …
persib

Aneh dengan Permainan Persib Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung menelan kekalahan dari Persela Lamongan 0-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa …

Uji Kompetensi, Upaya Menjaga Kualitas Wartawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pertumbuhan anggota organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terus meningkat. Para pengurus berharap kuantitas anggota yang ada berbanding …