Organda Kota Bandung Minta Penataan Angkot

LALULINTAS: Sejumlah pembatas jalan terpasang di sepanjang ruas jalan Sukajadi menuju Setiabudi di Kota Bandung, Senin (1/7/2019).
(foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

LALULINTAS: Sejumlah pembatas jalan terpasang di sepanjang ruas jalan Sukajadi menuju Setiabudi di Kota Bandung, Senin (1/7/2019). (foto: TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Bandung meminta adanya penataan jalur angkutan kota (angkot), pasca penerapan secara permanen rekayasa lalu lintas kawasan Jalan Sukajadi, Cipaganti dan Setiabudi. Pasalnya, di jalur tersebut terdapat 11 rute angkot termasuk Damri yang saling bersinggungan.


Ketua Organda Kota Bandung, Neneng Djuraidah mengatakan, di kawasan tersebut kurang lebih ada 11 rute angkot. Mulai dari angkot rute Abdul Muis-Ledeng, Cicaheum-Ledeng, Cicaheum-Ciroyom, Margahayu Raya-Ledeng dan Kebon Kalapa Sukajadi.

Kemudian ada pula rute angkot Cibaduyut-Karang Setra, Stasiun Hall-Ciumbuleuit (lurus), Stasiun Hall-Ciumbuleuit (belok) dan Ciroyom-Sarijadi. Selain itu ada Damri rute Leuwipanjang-Ledeng.

Sejumlah rute angkot tersebut, kata Neneng, terkena dampak rekayasa lalu lintas yang dilakukan. Untuk itu pihaknya meminta agar Pemkot Bandung menata kembali rute yang ada supaya tidak terjadi penumpukan.

“Kami minta jangan sampai bersinggungan yang tadinya jalur-jalur itu sudah ada SK sekarang penumpukan di satu jalur. Mohon ditertibkan kembali,” kata Neneng usai rapat evaluasi rekayasa jalur di Hotel Grandia, Kota Bandung, Kamis (18/7/2019).

Neneng menyarankan, agar dilakukan rerouting untuk sejumlah rute angkot tersebut. Karena menurutnya itu penting supaya rekayasa lalu lintas yang dilakukan bisa berdampak positif dan menguntungkan semua pihak.

“Minta di rerouting, repooling agar supaya tertiblah, supaya tadi jangan bersinggungan,” ucapnya.

Selama pelaksanaan uji coba, Neneng mengakui, ada sedikit penurunan pendapatan dari pengemudi. Meski tidak mengungkapkan berapa besarannya tapi pengubahan jalur tersebut sedikit berdampak terhadap pendapatan.

“Karena tadinya jalurnya sudah ke sana, terus penumpang sudah pada nunggu, tapi karena ada rekayasa penumpang tidak tahu,” katanya.

Meski demikian, pihaknya mendukung penerapan rekayasa lalu lintas di kawasan tersebut. Neneng juga akan kembali mensosialisasikan hal ini kepada para pengemudi angkot.

“Ke depannya supaya Kobanter, Kopamas, Kobutri (sebagai koperasi di bawah Organda) itu mensosialisasikan sampai tingkat bawah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Bandung, Ricky Gustiadi mengaku, siap mengakomodir keinginan Organda. Pihaknya segera menyiapkan rerouting agar keberadaan angkot tetap bisa beroperasi dengan baik.

“Tentu saja aspirasi angkot kita akomodir. Kita usulkan nanti konsep rerouting angkot,” pungkasnya.

(arh/dtk)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …

Puluhan Pejabat Ikuti Open Biding

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sebanyak 27 Aparatur Sipil Negara (ASN) telah mendaftar untuk mengikuti seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) …

Lubang Bak Kontrol Dibiarkan Terbuka

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Di Jalan Raya Soreang, tepatnya di depan perempatan lampu merah depan Komplek Pemerintah Kabupaten Bandung terdapat lubang …