Seteru Pengurus, Berujung Pembubaran Gurka

ILUSTRASI : Relawan Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) pada Pilgub Jabar dibubarkan karena para pengurusnya sudah tak lagi memiliki visi yang sama. (ist)

ILUSTRASI : Relawan Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) pada Pilgub Jabar dibubarkan karena para pengurusnya sudah tak lagi memiliki visi yang sama. (ist)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Relawan Gerakan untuk Ridwan Kamil (Gurka) pada Pilgub Jabar dibubarkan karena para pengurusnya sudah tak lagi memiliki visi yang sama. Keputusan itu membuat pengurus terbelah menjadi dua kubu yang saling berseberangan.


Mantan Ketua Dewan Penasihat Gurka, Iwan Suhermawan menyatakan pembubaran organisasi relawan diputuskan pada Kamis (17/7/2019). Pihaknya memutuskan untuk menjadi oposisi karena kecewa dengan pola komunikasi dengan Ridwan Kamil yang tidak berjalan.

Hal ini menjadi beban moral tersendiri. Pasalnya, pihaknya tidak bisa mengakomodir aspirasi masyarakat yang menagih janji kampanye kepada Ridwan Kamil.

“Kami terakhir kali komunikasi (dengan Ridwan Kamil) 10 bulan lalu. Masyarakat terus menagih aspirasi,” katanya saat ditemui di Jalan LL. RE Martadinata, Kota Bandung belum lama ini.

Dengan demikian, seiring pembubaran organisasi, ia menegaskan pihaknya tidak bisa lagi menjadi jembatan penyampai aspirasi. Masyarakat yang ingin menagih janji dipersilahkan untuk menyampaikannya secara langsung kepada Ridwan Kamil.

Setelah tak lagi menjadi simpatisan, mantan pengurus Gurka menempatkan diri sebagai oposisi. Mereka siap mengkritisi kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang merugikan masyarakat.

“Sekarang oposisi. Kami siap akan mengkritisi kebijakan dan program-program pemerintah di Jabar,” terangnya.

Terpisah, pernyataannya itu mendapat tanggapan dari pendiri Gurka, Poerwa Laksana. Ia membatah pembubaran didasarkan pada kekecewaan terhadap pola komunikasi kepada Ridwan Kamil yang tersendat.

Poerwa mengatakan sejumlah relawan yang menyatakan menarik dukungan dari RK tidak mewakili Gukra secara keseluruhan. Ia menganggap sikap tersebut hanya mewakili personal eks relawan Gurka.

“Ketika baru dilantik menjadi gubernur, kang Emil mengundang kami ke Gedung Pakuan untuk audiensi. Terlepas sekarang dengan kesibukan beliau. Tapi banyak relawan kami juga dilibatkan program beliau, salah satunya Jabar Qiuck Respon (JQR). Jadi ini bukan persoalan komunikasi kepada Ridwan Kamil,” ungkapnya.

Menurutnya, pembubaran kelompok relawan ini karena adanya perbedaan pendapat dan visinya sudah tidak lagi sama. Meski tidak detil, ia mengakui ada mantan rekannya memiliki ekspektasi lain kepada Ridwan Kamil.

Loading...

loading...

Feeds

BRT Tidak Akan Ganggu Trayek Angkot

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pengembangan angkutan massal berbasis jalan atau bus rapid transit (BRT) yang melintasi Kota Cimahi sudah memasuki tahap …

Karya yang Membuat Tanya

Gedung Munara 99 dan Skywalk Sabilulungan akhirnya telah rampung dibangun. Bangunan yang akan menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Bandung …

Cinta Palsu Negeriku

‎Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Raharja, sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung, menempati peringkat …