‘Keukeuh’ Tolak Revitalisasi Pasar Purwadadi Subang

ORASI : Pedagang Pasar Purwadadi Subang berorasi saat unjuk rasa di Kantor Pemerintahan Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika, Senin (15/7/2019).
(foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

ORASI : Pedagang Pasar Purwadadi Subang berorasi saat unjuk rasa di Kantor Pemerintahan Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika, Senin (15/7/2019). (foto: M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puluhan pedagang Pasar Purwadadi Subang kembali melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Pemerintahan Kabupaten Subang, Jalan Dewi Sartika, Senin (15/7/2019).


Dalam aksi yang ketiga kalinya ini, para pedagang ‘keukeuh’ menolak revitalisasi Pasar Purwadadi yang akan dikerjasamakan dengan pihak pengembang karena tidak adanya dokumen-dokumen yang jelas yang dipegang oleh pihak pengembang untuk kepastian atau legal stending yang dimilikinya.

“Tuntutan kami tetap, yakni meminta dan mendesak kepada bupati Subang untuk membatalkan rencana revitalisasi Pasar Purwadadi dan perjanjian kerjasama antara Pemda dengan PT Bangun Bina Persada, untuk dievaluasi total,”  kata Yadi Koordinator Aksi.

“Atau jangan dilaksanakan sama sekali, mengingat di lapangan banyak ketimpangan terhadap perundang-undangan hukum yang tidak di tempuh dari pihak pemerintah maupun dari pihak pengembang,” sambungnya.

Menurut Yadi, bagai mana ini bisa dilakukan ketika perundang-undangan ini banyak di tabrak. Berdasarkan Undang-undang no. 32 tahun 2009 tentang Perlindungan Lingkungan Hidup itu wajib amdal UKLUPL untuk ditempuh.

“Bilamana itu tidak ditempuh maka itu batal demi hukum, amdal dan UKLUPL ini sarat mutlak untuk diterbitkannya izin kemudian sarat mutlak untuk di terbitkannya IMB, maka dengan ini bupati harus mengevaluasi total ini,” katanya.

Saat ini menurut Yadi, dengan adanya revitalisasi yang dikerjakan oleh pihak ketiga dinilai tidak pas untuk para pedagang Pasar Purwadadi disaat adanya gempuran toko-toko modern dan adanya pasar-pasar malam.

“Ini sangat mengurangi omset penghasilan para pedagang pasar yang menjadi keberatan kita mereka tidak menempuh secara benar,” katanya.

Massa pedagang pasar menilai dengan dilaksanakan revitalisasi yang dilakukan oleh pihak pengembang akan membuat susah para pedagang.

“Seharusnya pasar itu direvitalisasi oleh pemerintah, ini malah oleh pihak pengembang dan tidak mengenai aturan pemerintah maupun pengembang tidak menempuhnya perundang-undangan. Itu tentunya merugikan kita,” katanya.

Selain itu, para pedagang juga meminta dan mendesak bupati Kabupaten Subang untuk mengambil langkah interpelasi kepada dinas instansi terkait atas rencana revitalisasi Pasar Purwadadi tersebut.

“Selain itu, kita juga meminta dan mendesak bupati untuk melakukan pengawasan kepada dinas instansi terkait atas kebijakan revitalisasi Pasar Purwadadi tersebut,” tegas Yadi.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …