Harga Cabai di Cimahi Naik 10 Persen

ILUSTRASI : Penjual sayuran di Pasar Atas, Jalan Pasar Atas, Kota Cimahi, Senin (15/7/2019)
(foto: NOPRIYANTO D.W / JOB FOTO 1)

ILUSTRASI : Penjual sayuran di Pasar Atas, Jalan Pasar Atas, Kota Cimahi, Senin (15/7/2019) (foto: NOPRIYANTO D.W / JOB FOTO 1)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah mulai memengaruhi pasokan komoditas sayuran ke Kota Cimahi sehingga mengalami kenaikan.


Komoditas sayuran yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi yakni cabai merah tanjung dan cabai merah keriting. Cabai merah tanjung yang kini menyentuh harga Rp80 ribu perkilogram (kg). Sedangkan harga cabai merah keriting dijual seharga Rp70 ribu perkilogram.

“Sebelumnya harga cabai merah tanjung kisaran Rp 30 ribu, paling mahal Rp40 ribu perkilogram. Kalau cabai merah keriting kisaran Rp20 ribu sampai Rp30 ribu perkilogram,” ujar Siti Saniah (45), pedagang sayuran di Pasar Atas Baru (PAB), Kota Cimahi, Senin (15/7/2019).

Selain itu, kenaikan juga terjadi pada jenis sayuran lainnya seperti pare, kentang, buncis, dan jenis sayuran lainnya.

Harga pare yang biasaya dijual Rp8 ribu perkilogram, saat ini dijual seharga Rp16 ribu perkilogram. Kentang dieng dari harga Rp12 ribu perkilogram jadi Rp16 ribu perkilogram.

Harga sayuran buncis yang biasanya dijual seharga Rp8 ribu perkilogram saat ini mulai menginjak harga Rp20 ribu perkilogram.

“Kenaikannya sudah hampir 3 minggu. Ya naik karena dipengaruhi sama cuaca. sekarang kemarau, jadi produksinya menurun,” tuturnya.

Cucu (36), pedagang sayuran lainnya, memprediksi kenaikan harga sayuran bakal terus bertahan hingga musim hujan tiba pada akhir tahun 2019 mendatang.

“Kayaknya sih masih lumayan lama, soalnya kan ini baru awal kemarau. Takutnya harga sayuran makin naik, nanti pengaruh ke harga yang lain,” katanya.

Jajang Rohendi (29), salah seorang petani sayuran di Kampung Lebak Saat Girang, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, membenarkan kemarau berdampak pada naiknya harga jual sayuran di pasar.

“Kalau dampak kemarau hampir tiga bulan ini cukup luar biasa. Biasanya harga memang naik, karena stok dari petaninya juga kurang jadi langka sayurannya,” ujarnya.

Penyebabnya, jelas dia, karena hasil produksi atau panen musim kemarau ini sangat menurun dibandingkan ketika musim hujan. Khusus di kebun miliknya saja, sayuran yang bisa dipanen hanya 20 kilogram sampai 25 kilogram perhektar.

“Normalnya panen bisa sampai 80 kilogram. Jadi kan langka barangnya kalau panennya sedikit. Misalnya tomat, biasanya bisa panen sampa 80 ton perhektar, sekarang hanya 25 ton. Jadi, balik modal juga udah allhamdulilah,” ungkapnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

SAPA Alfamart, Solusi Belanja Saat Pandemi

POJOKBANDUNG.com – Masa PSBB yang diberlakukan di beberapa kota/ kabupaten membuat toko ritel yang menyediakan kebutuhan sehari-hari terpaksa buka lebih …

Pemkot Belum Bisa Akses TPS Legok Nangka

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kota Bandung tengah menghadapi masalah dengan Tempat Pembuangan Sampah (TPS). Seperti diketahui TPS Sarimukti masih bisa menerima …

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Jonggol Jadi Jalur Pengiriman Motor Curian

POJOKBANDUNG.com, BOGOR – Wilayah Jonggol menjadi jalur pengiriman hasil pencurian kendaraan bermotor sindikat Cianjur yang diamankan Polres Bogor. Tak jarang, …

KKI 2021 Dongkrak Pemulihan Ekonomi Jabar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bank Indonesia Jawa Barat dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Dekranasda Jawa Barat serta stakeholder terkait …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …