Musim Kemarau, Warga Desa Pataruman KBB Geram

MAMPET : Saluran irigasi di Desa Pataruman, Cipatik, Kecamatan Cihampelas, KBB, mampet akibat banyaknya sampah, Minggu (14/7/2019).
(foto: SYARAH/JOB RADAR BANDUNG)

MAMPET : Saluran irigasi di Desa Pataruman, Cipatik, Kecamatan Cihampelas, KBB, mampet akibat banyaknya sampah, Minggu (14/7/2019). (foto: SYARAH/JOB RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BATUJAJAR – Masalah lingkungan sering kali menjadi hal yang dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, hal tersebut kerap menjadi bahaya bagi kesehatan dan keselamatan warga dan tempat tinggal warga. Oleh karena itu dibentuklah suatu peraturan perundang-undangan tentang lingkungan hidup.

Peraturan yang disertai sanksi bagi yang melanggarnya, akan tetap menjadi wacana bila kesadaran akan kebersihan lingkungan tidak timbul dalam diri masing-masing setiap orang.

Seperti masalah lingkungan di Desa Pataruman, Cipatik, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Disana terdapat saluran irigasi yang mengalir dari Soreang ke Cihampelas. Kondisi saluran irigasi tersebut airnya tidak mengalir, lumpur yang mengendap, dan sampah-sampah yang menumpuk.

Kemungkinan air tersebut tidak mengalir dikarenakan musim kemarau akhir-akhir ini. Sedangkan sampah yang menumpuk merupakan sampah rumah tangga maupun limbah seperti ban mobil bekas, dan lain-lain.

“Memang ada petugas sampah yang mengambil sampah, namun Cuma seminggu sekali. Kebetulan saat in kemarau, jadi air irigasi tidak mengalir,” ujar Abdul warga Desa Pataruman ketika diwawancarai di pinggir saluran irigasi, Minggu (14/7/201).

Berdasarkan informasi dari warga sekitar, sampah tersebut bukanlah berasal dari warga Desa Pataruman, khususnya warga yang bertempat tinggal disepanjang aliran irigasi, melainkan berasal dari orang-orang yang hanya sekedar lewat. Maupun para pengendara motor yang lewat. Mereka membuang sampah tersebut ke saluran irigasi.

“Susah ya kalau perilaku warga yang melintas lalu membuang sampah ke irigasi ini. Kalau warga disini ya tidak suka membuang sampah ke irigasi, namun sampah dikumpulkan lalu ditarik roda dari RW,” sambung Mamah warga RT 01 RW 05.

(syarah/job)

 

Loading...

loading...

Feeds

Meriah, Kompetisi Make Up QL Cosmetic

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG-Puluhan makeup artist pemula (MUA), profesional dan kalangan umum memeriahkan gelaran kompetisi makeup yang digagas produsen kosmetik terkenal QL …
akhir

RCEP Ditargetkan Rampung Akhir Tahun

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia, optimistis dapat merampungkan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (Regional Comprehensive Economic Partnership/RCEP) pada …
undip

Trainer UNDIP Gembleng Ratusan Guru

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan Dinas Pendidikan dan …
pembangunan

Pembangunan NS-Link Belum Jelas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana pembangunan tol dalam kota North South Link (NS-Link) di Kota Bandung tidak jelas keberlanjutannya. Padahal sebelumnya, …
pts

Tel-U Peringkat Pertama PTS di Indonesia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Telkom University (Tel-U) menempati peringkat kesatu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nasional dalam klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) Indonesia …
sportifitas

Tanamkan Sportifitas Sejak Dini

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 16 tim sepak bola tingkat SMP se – Jawa Barat meriahkan Gala Siswa Indonesia (GSI) 2019. …