Pastikan Pelayanan Optimal, Jajaran Direksi dan Senior Leaders BPJS Kesehatan Jaring Aspirasi Masyarakat

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan, Maya A Rusady menerangkan kegiatan sosialisasi program JKN-KIS, BPJS Kesehatan di Kelurahan Turangga, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan, Maya A Rusady menerangkan kegiatan sosialisasi program JKN-KIS, BPJS Kesehatan di Kelurahan Turangga, Kota Bandung, Jumat (12/7/2019).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pelayanan publik merupakan kebutuhan yang harus didapatkan masyarakat. Pelayanan yang prima bakal mempermudah masyarakat dalam menjalan aktivitas. Sebaliknya, jika pelayanan berbelit, kaku dan lamban akan mengganggu proses kegiatan masyarakat mulai dari segi ekonomi maupun sosial.

Dalam rangka memperingati HUT BPJS Kesehatan ke-51, jajaran Direksi dan Senior Leaders BPJS Kesehatan mendatangi sejumlah wilayah di Indonesia. Kegiatan tersebut selain untuk memantau implementasi JKN-KIS, juga menjaring aspirasi masyarakat untuk mengoptimalkan jalannya program jaminan kesehatan sosial.

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan, Maya A Rusady mengungkapkan, kondisi geografis di Indonesia bervariasi, begitu juga dengan demografi dan latar belakang perekonomian penduduknya. Oleh karena itu, melalui kunjungan tersebut pihaknya ingin mendengar langsung suara masyarakat tentang pelaksanaan JKN-KIS bahkan hingga ke tingkat kelurahan dan RT.

“Kami jadi tahu apa saja yang perlu dipertahankan dan disempurnakan. Semua masukan akan menjadi evaluasi untuk melakukan peningkatan layanan JKN-KIS ke depan,” ucap Maya saat kunjungan ke Kelurahan Turangga, Kota Bandung, Jumat (12/7).

Selain itu, sambung Maya, dirinya juga
mendatangai setiap Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setempat untuk memastikan pelayanan JKN-KIS berjalan dengan baik. Pembaruan data pada sejumlah kartu peserta JKN-KIS-pun dilakukan untuk meningkatkan validitas data.

“Kami pantau semua pelayanan,” tuturnya.

Maya menegaskan, dalam menjaga kesinambungan JKN-KIS, BPJS Kesehatan tak bisa berjalan sendiri melainkan butuh dukungan semua pihak, termasuk masyarakat. Terlebih, saat ini sudah ada lebih dari 222,5 juta jiwa penduduk Indonesia yang tercatat sebagai peserta. Maya pun mengingatkan, makna gotong royong yang menjadi filosofi BPJS Kesehatan dalam mengemban tugasnya ialah menjalankan program JKN-KIS.

“Jangan lupa, iuran dari peserta yang sehat membantu peserta yang sakit. Untuk itu, diperlukan sinergi yang kuat dari seluruh masyarakat, khususnya yang sudah menjadi peserta, agar gotong royong dapat terwujud dan program perlindungan kesehatan ini dapat berjalan optimal,” tandasnya.

Dalam kesempatan yang sama, PPs Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Jawa Barat, Mangisi Raja Simarmata mengungkapkan, berdasarkan data per 4 Juni 2019 penerima PBI APBN sebanyak 16.679.173 jiwa. Kemudian PBI APBD sebesar 4.032.292 jiwa. Sedangkan untuk sektor PPU sebanyak 9.848.403 jiwa dan PBPU sebesar 6.741.644 jiwa serta BP 909.626 jiwa.

“Jika ditotal seluruhnya, ada 38.211.142 jiwa atau 84,61 persen
yang sudah menjadi peserta JKN-KIS. Jumlah itu untuk wilayah Jabar dari total penduduk sebanyak 45.161.254 jiwa,” tuturnya.

Sedangkan untuk Kota Bandung data penerima PBI APBN sebanyak 419.520 jiwa. Kemudian PBI ABPD sebesar 567.567 jiwa dan data Non PBI sebesar 1.750.215 jiwa.

“Alhamdulillah, Kota Bandung sudah Universal Healty Coverage (UHC) sejak awal 2018 lalu. Kini, sudah hampir 99 persen penduduknya menjadi peserta BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

(arh)

 

Loading...

loading...

Feeds

Telkomsel Gelar IndonesiaNext 2019

Telkomsel kembali menggelar IndonesiaNEXT sebagai program yang menyasar pada peningkatan keahlian profesional para mahasiswa sebagai persiapan SDM yang unggul.
Fun Run

Ribuan Pelari Meriahkan ITB-PLN Fun Run 5K 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Yayasan Solidarity Forever (YSF) beserta Institut Teknologi Bandung (ITB) dan didukung Perusahaan Listrik Negara (PLN), menggelar ITB-PLN …