Eksekutif Tak Sanggup Capai Target

Kantor Pemkot Cimahi Jalan Demang Hardjakusumah. (foto : ILUSTRASI)

Kantor Pemkot Cimahi Jalan Demang Hardjakusumah. (foto : ILUSTRASI)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) belum optimal. Terlebih, dari target semester satu 60 persen, hanya 27,6 persen yang terlaksana. Persentase tersebut didapat dari hasil Evaluasi Kinerja Eksekutif (EKE).


Anggota komisi III DPRD Cimahi, Enang Syahri Lukmansyah, sangat menyayangkan hal tersebut lantaran, bisa menjatuhkan nilai jual. Bagaimana tidak, kata dia, gagalnya terget yang direncanakan bisa berdampak pada kepercayaan terhadap penyumbang dana.

“Itu pasti akan menjadi catatan buruk bagi pemberi bantuan. Mereka pasti beranggapan Cimahi tidak bisa bekerja,” kata Enang.

Menurutnya, dari hasil kinerja yang terbilang tidak baik, harus dijadikan catatan pihak PUPR. Sebab dengan sisa anggaran murni yang hanya tinggal dua sampai tiga bulan maka akan riskan terhadap penyerapan. Terlebih pembangunan yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Agar persyaratan lelang jangan terlalu terpaku pada peraturan, sehingga akan menjadi penghambat pembangunan. Misalnya, syarat jaminan pelaksanaan pembangunan yang mengharuskan perusahaan pemenang lelang harus memiliki 30 persen anggaran cash.

“Walau itu memang aturan tapi bisa sedikit ada kebijakan. Tidak mesti orang yang mempunyai duit 30 persen cash. Itu juga harus jadi bahan pertimbangan. Agar pada bulannya pembangunan itu bisa terselesaikan,” tandasnya

Terkait lambatnya sejumlah penyerapan pekerjaan fisik, tak lain akibat seringnya gagal proses lelang tender.

Sekretaris Dinas PUPR Kota Cimahi, Djani Ahmad Nurjani mengakui, sejauh ini proses lelang yang menjadi salah satu permasalahan. Sebab, dalam setiap proses lelang fisik yang dilakukan setelah perencanaan, bisa memakan waktu cukup lama.

“Prosesnya sekitar 1,5 bulan. Jadi kalau masalah lelangnya gagal akan ada lagi  penambahan waktu yang sama,” kata Ahmad.

Proses lelang ulang tidak bisa langsung dilakukan. Sebelum lelang lagi, perlu ada prises mengubah rancangan dan perencanaan pembangunan pada suatu proyek.

“Perlu penyesuaian lagi, mulai dari rancangan, waktu, sampai budget. Jadi wajar kalau proses lelang kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan,” tegasnya.

Untuk memperlancar dan meningkatkan kualitas percepatan pembangunan di Kota Cimahi, pihaknya juga meminta agar para kontraktor yang ikut lelang lebih memperhatikan kualitas perusahaannya.

“Kebanyakan gagal lelang itu juga karena kualitas pihak ketiganya jelek. Inginnya kan kontraktor yang main proyek di Cimahi itu yang bonafit,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

DWP Jabar Gelar Pelatihan Budi Daya Tanaman Hias

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Jawa Barat berkolaborasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana …

Petugas Temukan Kompor Listrik di Lapas Banceuy

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lembaga Pemasyarakatan Kelas II A Banceuy melakukan razia terhadap warga binaannya untuk menyikapi kejadian kejadian di masyarakat, …

Penerima Vaksinasi Masih Fleksibel

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketentuan siapa yang bisa menerima vaksin Covid-19, masih fleksibel. Pasalnya, belum ada hasil penelitian yang valid mengenai …

2.280 File Vaksin Sinovac Tiba

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Sebanyak 2.280 file vaksin telah tiba di Gudang Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, Kamis (25/2/2021). Vaksin Sinovac kiriman …

Pemkab Siapkan 1.000 Hektar Lahan

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang, H. Ruhimat menerima kunjungan kerja anggota DPR RI Komisi IV Dr. H Sutrisno, terkait program …