Penghasilan Ojeg Pangkalan Terancam Berkurang Lagi

Sejumlah angkot melitas di perempatan jalan Kolonel Masturi, Minggu (7/7/2019). (foto : ILUSTRASI )

Sejumlah angkot melitas di perempatan jalan Kolonel Masturi, Minggu (7/7/2019). (foto : ILUSTRASI )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Rencana ujicoba trayek baru angkutan kota (angkota) di Kota Cimahi di wilayah yang belum terlayani transportasi publik, menuai penolakan dari pengemudi ojek pangkalan.


Menurut salah seorang ojek pangkalan di Jalan Kamarung,, lahan rezeki mereka akan semakin habis, mengingat kehadiran ojek online yang lebih diminati.

“Seharusnya kalau jalan kampung seperti ini tidak perlu dilewati angkot lah. Biar jadi jatahnya tukang ojek. Kalau penumpangnya sama angkot dan ojol, kita yang mangkal mau dapat uang darimana,” ujar Suhaeri (46), tukang ojek saat ditemui di Jalan Kamarung, Minggu (7/7/2019).

Seharusnya, pemerintah lebih baik fokus pada pembenahan kualitas angkutan kota yang dinilainya masih jauh dari kata laik jalan.

“Orang-orang jarang ada yang naik angkot, akhirnya berdampak ke penumpang ojek. Mereka lebih pilih pakai angkutan online mobil, jadi tidak perlu pakai ojek lagi,” bebernya.

Rencana ujicoba trayek baru yang dijadwalkan pada tanggal 22 sampai 26 Juli mendatang mesti dipikirkan lagi, terutama untuk nasib pada tukang ojek pangkalan.

“Pasti kami akan berjuang, kalau perlu sekalian kita demo saja. Pasti banyak teman-teman ojek pangkalan yang mau ikut,” kata Endang, pengemudi ojek di Jalan Pesantren.

Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Ranto Sitanggang, mengatakan jika penolakan dari beberapa pihak merupakan hal yang lumrah.

“Pasti ada penolakan. Tapi kami menyampaikan sasaran penumpang angkot dengan ojek pangkalan beda, rutenya sudah ditentukan. Jadi jangan khawatir untuk ojek pangkalan, saya rasa targetnya pun beda,” katanya.

Menjelang ujicoba, pihaknya sudah menetapkan tarif sementara dengan melibatkan Organda, Kelompok Kerja Unit (KKU), dan Satuan Lalu lintas Polres Cimahi untuk melakukan pengaturan lalu lintas.

Untuk tarif ditetapkan berdasarkan hasil perhitungan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) yang memperhitungkan setiap komponen kendaraan termasuk biaya operasional dan pendapatan supir.

“Maka terkait tarif itu sudah ditetapkan dan sudah disepakati. Untuk Tarif Citeureup – Terminal Cimindi via Pemkot Cimahi sebesar Rp4.000 per penumpang,” katanya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

Belajar Madu di Kedai Lebah

POJOKBANDUNG.com, RANCABALI – Tak hanya menyiapkan sajian madu asli, Kedai Lebah di Jalan Raya Ciwidey-Rancabali Kabupaten Bandung juga memberikan edukasi …

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …