Musim Kemarau Sebabkan Sayuran Gagal Panen

TRANSAKSI: Sejumlah petani saat sedang menjual sayuran di sentral pasar sayur di Lembang, belum lama ini. (foto : MOCH HABIBI/RADAR BANDUNG)

TRANSAKSI: Sejumlah petani saat sedang menjual sayuran di sentral pasar sayur di Lembang, belum lama ini. (foto : MOCH HABIBI/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, LEMBANG – Berkurangnya pasokan air di musim kemarau ini menyebabkan banyak tanaman petani sayuran di wilayah Lembang mengering dan buahnya rusak sehingga tidak bisa dipanen.

“Daun-daun tanaman mengering, padahal musim kemarau baru sebulan lebih tapi dampaknya sudah terasa seperti buahnya rusak dan diserang hama, otomatis kami rugi karena banyak tanaman yang dibuang daripada yang dipanen,” jelas salah seorang petani tomat di Lembang, Ajah (54), Sabtu (6/7/2019).

Dia mengatakan, pada kondisi  seperti ini banyak terpapar sinar matahari buah  tomat banyak yang rusak, bolong-bolong, dan berwarna hitam. Sehingga dari 3.000 pohon tomat yang ditanam, yang berhasil dipanen hanya sekitar 2,5 kuintal. Padahal jika dalam kondisi cuaca normal, hasil panen tomat dapat mencapai lima kuintal.

Selain dirinya, banyak juga petani lain di Lembang yang bernasib serupa. Imbas dari musim kemarau dan banyaknya tomat yang gagal panen membuat harga tomat dari sentra produksi jadi lebih mahal.

Dari petani ke bandar dijual Rp9.000/kilogram (kg), sementara normalnya hanya sekitar Rp4.000-Rp5.000/kg. Guna menghindari kerugian yang lebih besar, dirinya mengaku akan menunda masa tanam sampai musim hujan.

“Daripada rugi mendingan saya gak nanam dulu. Ya dampaknya karena pasokan berkurang maka harga tomat di masyarakat jadi mahal,” kata dia.

Terpisah, petani paprika di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Eman (42) juga mengeluhkan hal yang sama. Menurutnya, tanaman sayurannya mengalami penurunan produksi dan perlu biaya pemeliharaan yang lebih mahal. Penurunan produksi itu mengakibatkan harga paprika mengalami kenaikan signifikan dari Rp30.000/kg menjadi Rp40.000-Rp45.000/kg.

“Kalau lagi gini (kemarau) hama lebih cepat berkembang biak. Biasa penyemprotan obat hama seminggu sekali, sekarang bisa dua sampai tiga kali. Jadinya biayanya bertambah, sementara hasil panen turun,” keluhnya.

(bie)

loading...

Feeds

ciilin

Perbaiki Alun-Alun Cililin Tahun 2020

POJOKBANDUNG.com, CILILIN – Pemkab Bandung Barat segera merevitalisasi wilayah sekitar Alun-Alun Cililin termasuk Masjid dan kantor Kecamatan Cililin. Bupati Bandung …
cimahi

Harga Cabai di Cimahi Naik 10 Persen

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Kemarau panjang yang terjadi di beberapa daerah mulai memengaruhi pasokan komoditas sayuran ke Kota Cimahi sehingga mengalami …
timor

Peledakan Pertama di Timor Leste

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – PT. DAHANA (Persero) melakukan first blasting di project kuari Tibar Bay Port Dili Timor Leste, Jumat (12/7/2019). …
kota

Peran Ulama Sinergikan Pembangunan Kota

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Walikota Bandung, Oded M. Danial memastikan membutuhkan ulama untuk membangun Kota Bandung. Hubungan umara (pemimpin pemerintahan) dengan …
ciamis

Emil Mulai Garap Infrastruktur Ciamis

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyiapkan banyak program pembangunan di Kabupaten Ciamis dalam lima tahun mendatang. Termasuk …
lautze

Masjid Lautze 2 Dapat Wakaf Rp150 Juta

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perluasan lahan baru Masjid Lautze 2 masih berlanjut, dengan bantuan dana Badan Wakaf Salman ITB sebesar Rp150 …
dlh

DLH Kota Cimahi Sulit Awasi Limbah Pabrik

CIMAHI – Minimnya Sumber Daya Manusia (SDM) Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi, berdampak pada permasalahan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh …
konfercab

18 PAC PDIP Subang Tolak Hasil Konfercab

POJOKBANDUNG.com, SUBANG- Hasil Konferensi cabang (Konfercab) DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Subang yang berlangsung di salah satu hotel …
perda

Perda KTR Tak Pengaruhi Pasar Tembaku

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR) yang sudah ketuk palu pada 21 …