Lanjutkan Mimpi Makmurkan Bangsa yang Tertunda

ACARA : Sekda Subang, H Aminudin bersama Staf Kepresidenan Ariani Jalal, Usep Setiawan bersama  tim GTRA Rahyang Mandalajati , Evi Silviadi berpose bersama. (foto :M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

ACARA : Sekda Subang, H Aminudin bersama Staf Kepresidenan Ariani Jalal, Usep Setiawan bersama tim GTRA Rahyang Mandalajati , Evi Silviadi berpose bersama. (foto :M.ANWAR/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Kabupaten Subang siap menjadi percontohan nasional dalam penerapan program Reforma Agraria. Reforma Agraria merupakan program yang termaktub dalam Nawacita yang dicanangkan Presiden Jokowi.

Anggota tim Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Rahyang Mandalajati Evi Silviadi usai rapat tim untuk yang kedua kalinya, menyatakan bahwa Reforma Agraria sejatinya melanjutkan mimpi memakmurkan bangsa yang tertunda.

“Isu reforma agraria sudah berkembang sejak masa sebelum kemerdekaan, masa orde lama ditandai dengan munculnya UU No 5 Tahun 1960 tentang pertanahan, masa orde baru hingga reformasi,” kata Evi, Minggu (7/7/2019).

Dikatakan Evi, Perpres No 86 tahun 2018 resmi diteken oleh presiden pada tanggal 24 September bertepatan dengan Hari Tani Nasional. Perpres tersebut memandatkan agar dibentuk tim GTRA pusat, tingkat provinsi dan kabupaten.

Langkah yang harus dilakukan oleh tim GTRA adalah pertama identifikasi, lalu verifikasi, dan terakhir validasi.

“Tujuan Reforma Agraria ini untuk menata pertanahan nasional supaya lebih berkeadilan. Dengan agenda penataan aset, penataan akses, demi mewujudkan kemakmuran rakyat  sebagai cita cita konstitusi. Reforma agraria ini menjadi program dan kegiatan prioritas,” ucapnya.

Tim ini juga melakukan kepastian hukum melalui sertifikasi tanah. Dilanjutkan pemberdayaan, melibatkan organisasi kemasyarakatan atau NGO yang selama ini berpengalaman berdayakan masyarakat.

“Yang bisa menerima manfaat reforma agraria ini bisa orang perorang, kelompok atau lembaga. Namun subjek utama adalah petani, yang lain boleh dapat setelah petani merata. Jika ada sengketa, maka penanganan konflik oleh gugus tugas dilakukan berjenjang oleh daerah dulu,” ungkapnya.

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekda Subang, H Aminudin dan dihadiri oleh Staf Kepresidenan Ariani Jalal, Usep Setiawan yang juga sebagai pemateri dan organisasi perangkat daerah.

(anr)

Loading...

loading...

Feeds

XL

XL Gelar Kompetisi Digi Race 2019

pojoksatu.com,SEMARANG – PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar kompetisi permainan interaktif berbasis digital “Digi Race Competition 2019”. Kompetisi tahunan …
angin

Selamat Datang Angin Puting Beliung

pojoksatu.com,SUBANG–Wilayah Kabupaten Subang mulai didera bencana. Kali ini, Hujan disertai angin puting beliung melanda Desa Desa Cimasayasi, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten …
PDT

Desa Siluman Bukan Desa Fiktif

pojoksatu.com,SUBANG– Wakil Menteri Desa dan PDT, Budi Arie Setiadi, menegaskan Desa Siluman di Kecamatan Pabuaran Kabupaten Subang, bukan desa fiktif. …
bunda

Fokus Tingkatkan Gaya Hidup Sehat

pojoksatu.com,Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Bandung, Kurnia Agustina mengajak seluruh orangtua di Kabupaten Bandung untuk menerapkan gaya hidup …
KPK

KPK Panggil Dua Saksi Soal Fasilitas Sukamiskin

pojoksatu.com,BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil dua saksi dalam penyidikan kasus suap pemberian fasilitas atau perizinan keluar Lapas Kelas …