Disdik Kota Bandung Janjikan Mutu Pendidikan Merata

PPDB : Dua siswi saat mengikuti PPDB tingkat SMP di Kota Bandung. Disdik Kota Bandung  janjikan mutu pendidikan di Kota Bandung merata. (foto : TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PPDB : Dua siswi saat mengikuti PPDB tingkat SMP di Kota Bandung. Disdik Kota Bandung janjikan mutu pendidikan di Kota Bandung merata. (foto : TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung  janjikan mutu pendidikan di Kota Bandung merata. Komitmen tersebut diwujudkan dengan mendirikan tujuh rintisan SMP baru.


Hal itu juga guna merespon aspirasi masyarakat perihal ketersediaan sekolah di area ‘blankspot’ dan juga di kawasan dengan padat penduduk.

Kepala Seksi Kurikulum SMP Disdik Kota Bandung, Bambang Ariyanto menyebutkan,  tujuh sekolah rintisan tersebut yaitu SMP 59 di Cicabe untuk wilyah timur, SMP 60 di Ciburuy untuk wilayah selatan, SMP 61 di Cimuncang. Lalu SMP 62 di Kebon Gedang di Kiaracondong, SMP 63 di Cihaurgeulis, SMP 64 di Sukajadi dan SMP 65 di Ciwastra.

“Disdik terus berupaya membuka sekolah rintisan sekalipun untuk mewujudkannya pun terbilang tidak mudah,” kata Bambang, Kamis (4/7/2019).

Tak hanya itu, Disdik sedang membidik sejumlah sekolah yang berada di wilayah pinggiran atau perbatasan Kota Bandung untuk perbaikan. Bukan hanya infrastruktur tetapi juga pemetaan guru.

“Para gurunya sedang dipetakan akan dirotasi mutasi. Kurang lebih sekitar 3.000 guru. Guru yang gradenya bagus akan dipindah ke sekolah pinggiran agar di sekolah pinggiran ada peningkatan mutu pelayanan pendidikan,” katanya.

Bambang mengatakan, aspirasi tentang pendidikan di Kota Bandung memang cukup banyak. Termasuk aspirasi yang disampaikan dalam unjuk rasa di Balai Kota Bandung, Rabu (3/7/2019).

Menurutnya, perihal sistem zonasi, hal ini merupakan kebijakan dari Pemerintah Pusat yang tertuang dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

“Kalau zonasi kan Disdik landasannya sesuai Permendikbud nomor 51 tahun 2018. Semuanya kabupaten kota wajib melaksanakan PPDB berbasis zonasi, jadi ini kan tidak bisa ditolak,” jelas Bambang.

Sedangkan perihal adanya keluhan soal jalur kategori Rawan Melanjutkan Pendidikan (RMP), Bambang menerangkan, jatah untuk calon peserta didik ini juga terbentur dengan kuota sekolah. Saat ini, keberadaan SMP negeri di Kota Bandung hanya bisa menampung 40 persen lulusan SD.

“Nah kalau disalurkan ke negeri pasti berkenaan dengan kuota. Karena kuoata PPDB SMP negeri sekarang hanya 16.000an siswa se-Kota Bandung sementara lulusan SD itu ada 40.000an siswa. Jadi kita hanya bisa menampung sekitar 40 persen. Kalau memaksa ingin ke negeri pasti semuanya tidak bisa terakomodir,” bebernya.

 

Meski begitu, Bambang mengaku akan tetap menindaklanjuti keluhan masyarakat soal jalur RMP ini. Apabila telah memenuhi persyaratan dan telah menempuh jalur sesuai aturan, dia membuka kemungkinan calon peserta didik tersebut bisa saja diterima di sekolah yang dituju.

Namun, jika ternyata tidak sesuai aturan maka pihaknya akan mengarahkan masuk ke sekolah swasta. Dia mengimbau, agar masyarakat dengan jalur RMP ini tak perlu khawatir bersekolah di swasta, karena untuk urusan biayanya Disdik Kota Bandung sudah menyiapkan alokasi khusus.

“Datanya sudah ke Disdik nanti dipelajari dipilah kasus per kasus. Kalau ada kesalahan input pihak sekolah akan diproses agar bisa sekolah di situ. Kalau tidak ada kesalahan dan hanya keinginan sekolah di negeri akan kita salurkan ke swasta,” katanya.

“Disdik sudah menganggarkan buat RMP yaitu dana investasi, dana personal dan dana operasional yng besarannya tiap RMP kurang lebih Rp4,5 juta per siswa per tahun. Jadi di mana pun siswa miskin sekolah di Kota Bandung ya sudah dijamin,” jelasnya.

Hanya saja, Bambang mengamati bahwa persoalan yang berkembang di masyarakat sekarang ini masih berorientasi untuk menyekolahkan anaknya di SMP negeri.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …