Kelurahan Cijagra Ciptakan Inovasi Pelayanan Publik

PELAYANAN: Petugas kelurahan sedang melayani dan memberi informasi kepada warga.
( foto : IST )

PELAYANAN: Petugas kelurahan sedang melayani dan memberi informasi kepada warga. ( foto : IST )

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kelurahan Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung menciptakan beragam inovasi unggulan pelayanan publik. Inovasi tersebut diikutsertakan dalam Lomba Kelurahan Juara Nasional.


Camat Lengkong, Kota Bandung, Tb Agus Mulyadi mengatakan, beberapa inovasi unggulan tersebut diantaranya, Sistem Informasi Pelayanan Kewilayahan (Siloka), Sistem Informasi Pelayanan Cepat (SiPat) dan iInsenerator tingkat kelurahan.

“Inovasi ini menjadi pelayanan publik yang kami unggulkan,” ucap Agus kepada wartawan, Selasa (2/7/2019).

Agus menjelaskan, untuk Siloka dan SiPat merupakan sistem informasi di mana masyarakat bisa mendapatkan pelayanan administrasi kemasyarakatan secara online.

“Misalnya masyarakat membutuhkan surat keterangan dari kelurahan, bisa mengisi form sesuai yang dibutuhkan,” kata Agus.

MeKemudian, sambung Agus, untuk mengurangi masalah sampah ada insenerator di Kelurahan Cijagra. Sayangnya memang belum bisa menghilangkan sampah 100 persen karena beberapa kendala, seperti jenis sampah yang tidak bisa dimusnakan.

Sementara itu, Lurah Cijagra, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jajang Afipudin menambahkan, insenerator yang digunakan saat ini bisa menghancurkan 400 kilogram sampah dalam waktu satu jam. Sementara satu RW menghasilkan sampah sekitar 200 kilogram.

“Di Cijagra sendiri ada tujuh RW, jadi kira-kira bisa menyelesaikan masalah sampah sekitar empat jam,” imbuhnya.

Namun, untuk mewujudkan insenerator ada di setiap RW, Jajang mengakui memang tidak mudah. Pasalnya, biaya yang cukup tinggi dan masalah keterbatasan lahan.

“Untuk biaya dibutuhkan setidaknya Rp400 juta dan lahan yang dibutuhkan sekitar 100 meter persegi,” terangnya.

Jajang mengakui, meski masuk nominasi kelurahan juara tingkat nasional, bukan berarti di Cijagra tidak ada warga miskin.

“Tapi kita bukan berarti tidak punya upaya mengatasi masalah kemiskinan. Salah satu caranya, dengan melakukan pelatihan pastry kepada PKK. Lalu hasilnya kita beli untuk keperluan konsumsi di kantor,” pungkasnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds

New Normal, Ini Manfaat Sistem HRIS bagi Perusahaan

POJOKBANDUNG.com–BELAKANGAN pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan pemberlakuan aktivitas new normal pasca PSBB.  New normal sendiri adalah perubahan perilaku untuk tetap menjalankan …