PPDB Online Bikin Rumit?

ANTREAN : Sejumlah 0rangtua siswa menunggu giliran pendaftaran PPDB secara online  di SMPN 4 Kota Cimahi pada hari pertama, Senin (1/6/2019). (foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

ANTREAN : Sejumlah 0rangtua siswa menunggu giliran pendaftaran PPDB secara online di SMPN 4 Kota Cimahi pada hari pertama, Senin (1/6/2019). (foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Meskipun pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tingkat SMP dilakukan secara online dan bisa dimana saja, namun banyak orangtua siswa yang memilih datang langsung ke sekolah.


Mereka mengeluhkan rumitnya proses pendaftaran PPDB online melalui situs  https://cimahi.siap-ppdb.com yang disediakan Dinas Pendidikan Kota Cimahi untuk melakukan pendaftaran.

Di SMP Negeri 4 Kota Cimahi, ratusan orangtua siswa pendaftar menggeruduk sekolah untuk melakukan proses pendaftaran secara manual di sekolah.

“Saya lebih memilih offline disini, karena saat mencoba daftar di web PPDB Cimahi ternyata tidak bisa, malah ada informasi harus daftar melalui aplikasi PPDB jadi harus download,” ujar Ansori (43), orangtua siswa saat ditemui di SMPN 4 Cimahi, Jalan Melong Raya, Senin (1/7/2019).

Lantaran melakukan pendaftaran secara offline, ia harus mengantre demi bisa mendaftarkan anaknya ke SMPN 4 Cimahi yang jarak ke rumahnya sangat dekat.

“Daftar offline lebih antre karena banyak juga yang tidak daftar online, karena kendalanya sama tidak bisa daftar di situsnya. Mungkin karena ketidaktahuan juga,” katanya.

Hal serupa dialami, orang tua siswa yang lainnya, Sandra (40) yang lebih memilih pendaftaran PPDB jalur zonasi di SMPN 4 Cimahi secara offline karena merasa kesulitan ketika melakukan pendaftaran secara online.

“Daftarnya saya offline saja disini, biar tidak ribet. Saya sudah mencoba daftar online ternyata memang susah. Padahal kalau online tinggal verifikasi saja,” ucapnya.

Wakil Kepala SMPN 4 Cimahi, Sutarmas, mengatakan, memang pihaknya membuka pendaftaran secara offline, namun tetap pihaknya mengikuti aturan yang berlaku dengan memabantu mendaftarkan secara online.

“Betul kami membuka pendaftaran offline, tapi dalam artian orang tua siswa dibantu untuk daftar online disini. Kami memang sudah siapkan panitia untuk membantu pendaftar,” katanya.

Dalam PPDB tahun ini, kata dia, SMPN 4 Cimahi akan menerima sekitar 320 siswa yang akan dibagi kedalam 11 kelas. Pada hari pertama pendaftaran sudah banyak yang mendaftar baik melalui online maupun offline.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Hendra Gunawan, menyebut jika kasus pendaftaran offline di SMPN 4 Cimahi karena ketidaktahuan orangtua mengenai proses pendaftaran PPDB secara online.

Padahal, sebelumnya sudah disosialisasikan jika proses pendaftaran bisa dibantu petugas di SD asal ataupun petugas di SMP tujuan.

“Mungkin maksudnya offline itu hanya soal pemberkasan saja, kemudian dibantu mendaftar online oleh pihak sekolah, baik SD maupun SMP. Memang orangtua banyak yang tidak paham cara menggunakan internet, itu masalahnya,” katanya.

Secara keseluruhan, pelaksanaan PPDB tingkat SMP di Kota Cimahi terpantau lancar mengingat sarana dan prasarana yang disediakan sudah mendukung.

“Semuanya lancar, tidak ada masalah. Tadi saya cek ke SMPN 1, SMPN 2, SMPN 3, juga lancar semua,” tegasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

Sampah Menumpuk di Pasar Gedebage

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Terjadi penumpukan sampah di Pasar Gedebage, Kota Bandung, Senin (17/5). Tumpukan sampah disebut terjadi menjelang lebaran, akibat …