Pegiat Seni Minta Pertemuan dengan Pemerintah

SENI BUDAYA : Indonesia Bamboo Comunity (IBC), asal Cimahi manggung pada gelaran Sarawak Timber Smes Expo, di Sarawak Malaysia, beberapa waktu lalu. (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

SENI BUDAYA : Indonesia Bamboo Comunity (IBC), asal Cimahi manggung pada gelaran Sarawak Timber Smes Expo, di Sarawak Malaysia, beberapa waktu lalu. (foto : GATOT POEDJI UTOMO/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Penggiat seni di Kota Cimahi mendesak pemerintah, agar segera melakukan pertemuan dengan seniman se-Kota Cimahi. Terlebih, sejauh ini para seniman merasa kurang terperhatikan.


Dari sejumlah pegiat seni yang ada di Cimahi, dua komunitas seni yakni, Dewan Seni Budaya (DSB) Cimahi dan Lembaga Kesenian Cimahi (Lekci), menilai pihak Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), selaku pihak terkait, belum memiliki kosep jelas dari setiap kegiatan maupun program yang saat ini sedang berjalan.

Ketua Komumitas Indonesia Bamboo Comunity (IBC), yang mewakili Dewan Seni Budaya Cimahi (DSB), Adang Muhidin mengatakan, pihaknya merasa kecewa karena hingga saat ini belum merasakan fasilitas dari pemerintah. Bahkan, komunitas bambu yang bermarkas di Melong Asri Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan tersebut, tidak dilibatkan oleh Pemkot Cimahi dalam setiap kegiatan, yang bertema seni budaya.

“Kami dari Cimahi, tentunya ada juga untuk Cimahi. Selama ini kami ke luar negeri selalu membawa nama Cimahi. Kenapa?,” kata Adang, melalui pesan singkatnya kepada Radar Bandung, Senin (1/7/2019).

Menurutnya, Disbudparpora tidak serius menggaet seniman di Cimahi. Sehingga, dalam kegiatan seni terlihat kurang maksimal. Apabila jalan sendiri-sendiri, lamjut dia,  tidak akan ada jalan keluarnya, imbasnya kesenian di Cimahi jalan ditempat.

“Untuk memajukan seni di Cimahi, dengan kondisi seperti ini maka perlu ada pertemuan secara khusus antara seniman se-Kota Cimahi dengan pemerintah. Intinya sinergitas harus dibangun,” ungkapnya.

Sementara itu, menanggapi ketidakjelasan konsep kesenian di Cimahi, Ketua Lembaga Kesenian Cimahi (Lekci), Dede Syarif menilai konsep yang disuguhkan dalam kegiatan kebudayaan dan kesenian juga masih sebatas seremonial saja.

“Memang eventnya pasti ada sebulan sekali, terhitung rutin. Hanya saja tidak terlalu melibatkan pelaku seni sebagai konseptor serta tidak menyentuh masyarakat sebagai penikmat,” ujar Dede.

Meskipun secara keseluruhan mulai timbul perhatian dari pemerintah terhadap para pelaku seni, namun hal tersebut dianggap masih kurang cukup, mengingat pelaku seni butuh panggung selain pengakuan.

“Allhamdulilah pemerintah sudah mencoba memfalisitasi para seniman, budayawan tapi memang masih belum maksimal. Kita mesti dilibatkan lagi lebih dalam, mulai dari penggagas, pelaksana, biar konsepnya juga matang,” jelasnya.

Kondisi yang kurang bersinergi antara pemerintah dan pelaku seni di Kota Cimahi ini pun, diakui piahak Disbudparpora Kota Cimahi, kepala Disbudparpora Cimahi Budi Raharja mengatakan, program pada bidang kebudayaan dinilai kurang tepat sejak dua tahun lalu atau saat Disbudparpora lahir jadi SOTK baru.

Selain soal konsep, hal lain yang dinilai kurang tepat adalah soal sistem. Selama ini Disbudparpora berperan seperti Event Organizer (EO) yakni dengan penyelenggara berbagai acara.

“Programnya bukan yang dibutuhkan masyarakat. Saya pribadi melihat kurang tepat isi kegiatannya, secara kemasan juga kalah saing dengan kegiatan mahasiswa. Mungkin akan ada perbaikan kedepannya,” kata Budi.

Mulai 2020, pihaknya akan bertindak bukan sebagai penyelenggara kegiatan melainkan hanya sebagai pendukung. Sedangkan yang menjadi penyelenggara adalah para seniman atau budayawan di Kota Cimahi.

“2020 ingin mengurangi event. Kalau sekarang kan dinas lebih ke penyelenggara event. Kita Mundur perlahan, biar seniman yang berperan,” tandasnya.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …