Situasi Politik Kembali Cair setelah Kontestasi Pemilu

JUMPA PERS : Ketua Koni KBB Rian Firmansyah (tengah) bersama Bupati Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (kanan) saat jumpa pers, kemarin. (MOCH HABIBI/RADAR BANDUNG)

JUMPA PERS : Ketua Koni KBB Rian Firmansyah (tengah) bersama Bupati Kabupaten Bandung Barat Aa Umbara Sutisna (kanan) saat jumpa pers, kemarin. (MOCH HABIBI/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Bupati Kabupaten Bandung Barat menegaskan kondusivitas di Kabupaten Bandung Barat (KBB) pasca pemilu dan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) akan tetap terjaga.

“Kondisi KBB tetap kondusif. Tidak ada riak-riak yang berpotensi mengganggu keamanan pascapemilu dan keputusan MK pada Kamis (27/6/2019),” ujar Aa Umbara Sutisna saat menerima kunjungan Staf Pengajar Bidang Strategis Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) Mayjen TNI Mindarto di Ngamprah, Minggu (30/6/2019).

Ketua DPD Partai NasDem KBB ini mengaku bersyukur masyarakat KBB tetap akur dan kembali mencair setelah kontestasi pemilu yang memberikan nuansa cukup panas.

Bahkan diakuinya hal itu cukup terasa di dalam koalisi partai pendukung dirinya yang terbagi menjadi partai pendukung 01 dan 02. Akan tetapi, setelah pemilu selesai semua kader masing-masing partai kembali bersatu demi KBB.

Dirinya mengakui bahwa faktor keamanan menjadi sangat penting untuk dijaga. Apalagi selain menjadi daerah penyangga antara Ibu Kota Provinsi dan Ibu Kota Negara, KBB juga menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan.

Sehingga keamanan harus tetap dijaga dalam menarik investor dan wisatawan. Apalagi Kondusivitas daerah menjadi tolok ukur bagi investor untuk mengembangkan usahanya.

“Alhamdulillah Bandung Barat aman dan kondusif. Padahal antara saya selaku Ketua Partai NasDem KBB dengan partai pengusung pada pilkada dan pilpres berbeda dukungan, tapi tidak sampai pecah. Ini menunjukkan masyarakat Bandung Barat dan elit politiknya sama-sama dewasa dalam berdemokrasi,” ujar Bupati.

Mayjen TNI Mindarto menilai, situasi di KBB yang kondusif harus tetap dijaga. Terlebih KBb merupakan daerah destinasi wisata yang sangat berhubungan dengan masyarakat luar atau wisatawan.

Sebaliknya situasi daerah yang tidak kondusif bakal berimplikasi luas terutama terhadap perekonomian masyarakat. Pembangunan ikut terganggu dan investor juga tidak mau menanamkan modalnya.

“Jika situasi aman, berarti semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke KBB. Apalagi pak bupati akan mengembangkan 10 destinasi wisata yang ini tentunya membutuhkan kondusivitas dan dukungan dari warganya,” kata Mindarto.

(bie)

 

Loading...

loading...

Feeds

dinkes

Dinkes Bandung Utamakan Kualitas Puskesmas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas Puskesmas. “Untuk kondisi sekarang, yang penting bagi …
sukabumi

Pick-Up Colt L300 Dominasi Sukabumi

POJOKBANDUNG.com, PT SRIKANDI Diamond Cemerlang Motors dealer Mitsubishi Wilayah Sukabumi, didukung PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Distributor …
dpd

DPD KNPI Kota Bandung Gelar Orientasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peringati hari kemerdekaan Republik Indonesia, DPD KNPI Kota Bandung menggelar orientasi 210 peserta di salah satu pusat pendidikan …
kodim

Kemarau, Kodim 0605 Subang Bantu Petani

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Kodim 0605/Subang telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau panjang. Salah satunya adalah dengan melakukan pengawalan …
zurich

Zurich Luncurkan Asuransi Kelas Dunia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi penyakit kritis terbaru Zurich Critical Advantage (ZCA) dengan manfaat utama perawatan medis …
perdamaian

MWA Unpad Belum Ajukan Perdamaian

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim Pengacara calon rektor (carek) Unpad, Prof Atip Latipulhayat, mengakui belum mendapat ajakan perdamaian secara serius dari Majelis …