19.2 Ton Kopi Asal Jabar Diekspor ke Korea

PANEN: Seorang petani kopi sedang memanen kopi di lahan miliknya. Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor produk pertanian di wilayah Jawa Barat kesejumlah negara. (foto : IST)

PANEN: Seorang petani kopi sedang memanen kopi di lahan miliknya. Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor produk pertanian di wilayah Jawa Barat kesejumlah negara. (foto : IST)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Badan Karantina Pertanian (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) melepas ekspor produk pertanian di wilayah Jawa Barat, Minggu (30/6/2019). Komoditas yang dikirim berupa 54 ton jahe ke Bangladesh, kopi sebanyak 19,2 ton ke Korea Selatan dan makanan kering 210 ton dengan tujuan Filipina.


Nilai ekspor produk jahe sebesar Rp680 juta, kopi sebesar Rp1,64 miliar dan produk makanan kering sebesar Rp6,6 triliun. Sedangkan, nilai ekspor komoditas pertanian Bandung pada 2018 sebesar Rp1,6 triliun dan pertengahan 2019 saat ini mencapai Rp3,3 triliun.

Kepala Badan Karantina Pertanian (BKP), Ali Jamil mengatakan, jahe dan kopi yang ekspor ke Bangladesh dan Korea Selatan merupakan produk petani yang berasal diantaranya dari Kabupaten Bandung, Ciamis, Garut, Tasikmalaya dan Sumedang. Diharapkan, frekuensi pengiriman produk bisa terus naik dan bertambah.

“Kami bisa juga jual jahe dalam bentuk bumbu atau jadi. Termasuk untuk frekuensi pengiriman dan buka pasar baru. Semoga ini bisa terus berkembang dan semakin baik,” kata Ali kepada wartawan saat pelepasan produk ekspor, Minggu (30/6/2019).

Ali mengapresiasi ekspor yang baru berjalan setengah tahun namun sudah bisa melebihi target dari tahun 2018 lalu. Pihaknya mengapresiasi kinerja yang dilakukan oleh jajaran Badan Karantina Pertanian (BKP).

“Nilai ekspor kita tiap tahun terus meningkat,” ujarnya.

Sedangkan, Kepala Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Bandung Iyus Hidayat mengatakan meski bukan komoditas pertanian namun jaminan terhadap kesehatan dan keamanan harus dilakukan pada ekspor makanan kering.

Dia mengungkapkan, pihaknya terus berupaya agar komoditas pertanian yang diekspor bisa dikawal dengan baik. Serta mewujudkan Indonesia bisa menjadi lumbung pangan dunia.

Salah seorang eksportir jahe, Toriq Mahmud mengatakan tiap pekan mengekspor jahe dan dalam satu bulan mengekspor empat kali. Menurutnya, pihaknya masih kekurangan jahe untuk dikirim ke Bangladesh.

“Sebulan itu saya bisa kirim 150 ton per bulan. Kalau digabungkan semua eksportir jahe bisa lebih dari 2.000 ton sebulan,” pungkasnya.

(arh/net)

Loading...

loading...

Feeds

Larang Warga Mudik, Kapolri Minta Maaf

POJOKBANDUNG.com – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo meminta masyarakat dapat memahami kebijakan pemerintah melarang adanya mudik pada periode libur …