Pembangunan Balai Latihan Kerja Meleset

PEMKOT : Suasana sudut Pemkot Cimahi. Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Kota Cimahi dipastikan tidak akan terwujud tahun depan mengingat saat ini baru sebatas proses pengajuan anggaran DED.
( Foto : TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

PEMKOT : Suasana sudut Pemkot Cimahi. Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Kota Cimahi dipastikan tidak akan terwujud tahun depan mengingat saat ini baru sebatas proses pengajuan anggaran DED. ( Foto : TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Pembangunan Balai Latihan Kerja (BLK) Pemerintah Kota Cimahi dipastikan tidak akan terwujud tahun depan mengingat saat ini baru sebatas proses pengajuan anggaran Detail Engineering Design (DED).


Dengan demikian, pembangunan fisik BLK rencananya baru akan dilakukan pada tahun 2021 mendatang, setelah DED-nya selesai. Tahun ini, Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi akan fokus pada perencanaan.

“Kita akan mengajukan dulu untuk DED, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), dan Amdal Lalin. Diperkirakan butuh Rp1 miliar,” ungkap Sekretaris Disnakertrans Kota Cimahi, Asep Herman mengatakan, saat ditemui di Pemkot Cimahi, Rabu (26/6/2019).

Berdasarkan perencanaan, pembangunan BLK akan dilakukan di Kawasan Bandung Utara (KBU), namun sulit direalisasi mengingat perizinan yang kompleks dan lahan yang terbatas

“Baru pembahsan soal titik pembangunan saja. Karena di KBU sulit, akhirnya diusulkan di Leuwigajah, ada aset Cimahi bekas Rumah Desain Kemasan Cimahi (RDKC),” bebernya.

Untuk membuat BLK, sedikitnya dibutuhkan lahan sekitar 2,5 hektare. Anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan fisik diperkirakan mencapai Rp10 miliar. Sementara konsepnya akan disesuaikan dengan lahan yang tersedia.

Keberadaan BLK sangat penting untuk mengasah keterampilan para pekerja lokal. Sebab di sana akan ada pelatihan agar semua lekerja memiliki daya saing.

“Bukan asal melatih, kita juga jembatani apa yang dibutuhkan. Kemungkinan ada 6 jurusan yang akan diaplikasikan di BLK,” jelasnya.

Walikota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, pihaknya bertekad mewujudkan keberadaan BLK sebagai sarana untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pekerja lokal Cimahi.

“Kualitas pekerja asal Cimahi kan mesti ditingkatkan, salah satu upayanya adalah melakukan latihan awal di Balai Latihan Kerja,” katanya.

Dampak dari keberadaan BLK nanti, kemampuan pekerja lokal bisa meningkat dan mudah diminati semua jenis perusahaan. Cara itu adalah salah satu solusi untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Cimahi.

“Salah satu janji politik saya adalah soal pembukaan lapangan pekerjaan. Untuk mendukungnya saya sudah minta ke Disnaker agar segera merealisasikan BLK di Kota Cimahi,” pungkas Ajay.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds