Harga Sayuran di Kota Cimahi Mulai Meningkat

KOMODITAS : Penjual sayuran di Pasar Atas Baru Kota Cimahi, Jalan Kolonel Masturi.
( Foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG )

KOMODITAS : Penjual sayuran di Pasar Atas Baru Kota Cimahi, Jalan Kolonel Masturi. ( Foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG )

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Komoditas sayuran di pasar tradisional Kota Cimahi, kembali mengalami kenaikan harga. Menurut informasi dari sejumlah pedagang , kenaikan harga tersebut lantaran pengaruh cuaca yang masuk pada musim kemarau. Sehingga mengganggu proses tanam dan panen.


Selama ini, komoditas sayuran yang dijual di Cimahi, rata-rata didatangkan dari luar daerah seperti Sukabumi, atau yang terdekat dari Kabupaten Bandung Barat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sejumlah pedagang di harga di Pasar Atas Baru (PAB), beberapa komoditas sayuran yang mengalami kenaikan diantaranya pare, buncis, cabai, dan kentang.

Harga pare yang biasaya dijual Rp8 ribu perkilogram, saat ini dijual seharga Rp16 ribu perkilogram. Kentang dieng dari harga Rp12 ribu perkilogram jadi Rp16 ribu perkilogram.

Harga sayuran buncis yang biasanya dijual seharga Rp8 ribu perkilogram saat ini mulai menginjak harga Rp20 ribu perkilogram.

“Mulai naik sekitar seminggu yang lalu. Kalau sayuran dipengaruhi sama cuaca, karena sekarang kemarau, jadi produksinya menurun,” ujar Cucu (36), pedagang sayuran di PAB Kota Cimahi, Senin (24/6).

Harga sayuran lain yang ikut mengalami lonjakan harga yakni cabai tanjung. Saat ini, cabai tanjung dijual Rp80 ribu sampai Rp90 ribu perkilogramnya.

“Biasanya hanya Rp30 ribu perkilogram, naiknya drastis banget. Cabai merah tidak naik, masih Rp40 ribu. Naik itu hanya saat lebaran kemarin, sampai Rp100 ribu perkilo,” jelasnya.

Kenaikan harga tersebut berdampak pada daya beli masyarakat yang justru mengalami penurunan dan membuat pedagang mengalami penurunan omzet.

“Sebetulnya rugi besar tidak juga. Tapi kan pembeli kadang balik lagi setelah tanya harga sayuran berapa, kalau mahal ga jadi belanja,” bebernya.

Menurut Nunung (50), pembeli, kenaikan harga tersebut sangat memberatkan masyarakat, mengingat sayuran jadi alternatif kebutuhan jika harga daging sapi dan ayam naik.

“Kalau daging sapi dan ayam naik, ya mau makan apa. Kasihan yang penghasilannya pas-pasan,” katanya.

 

Dia berharap pemerintah segera turun tangan untuk menekan harga jual kebutuhan masyarakat di pasar. “Harus cepat turun, kalau seperti ini terus ya kasihan, nanti warung makan kecil juga kena imbasnya,” pungkasnya.

(dan)

 

Loading...

loading...

Feeds

Penelitian dalam Negeri Harus Didukung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyatakan upaya membuat vaksin dalam negeri harus didukung. Selain untuk memenuhi kebutuhan …

Calon Jemaah Haji Wajib Divaksin

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kementerian Kesehatan Arab Saudi dikabarkan telah mengeluarkan kebijakan baru terkait syarat mengikuti ibadah haji. Berdasarkan informasi hanya …

Rachmat Yasin Dituntut Empat Tahun Bui

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Mantan Bupati Bogor, Rachmat Yasin, dituntut empat tahun penjara atas kasus korupsi. Yasin diduga menerima gratifikasi dari …

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …