Dihadiri Gubernur, Event Colour Run Bikin Kota Baru Jadi Lautan Sampah

POJOKBANDUNG.com, NGAMPRAH – Sisa sampah event Colour Run yang digelar di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), menjadi sorotan. Pasalnya event yang digelar dalam rangka HUT ke-12 KBB itu dihadiri Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyisakan tumpukan sampah di lokasi acara.

Pantauan di lapangan, sampah yang kebanyakan kantong plastik dan botol mineral tampak berceceran di sejumlah titik. Bukan hanya di jalan yang menjadi pusat acara, tapi juga terlihat di rerumputan area terbuka hujau dan taman-taman.

Kondisi itu membuat petugas kebersihan harus bekerja ekstra keras karena harus terlebih dulu menyapukan dan mengumpulkannya sebelum diangkut.

“Sampahnya banyak sekali, berceceran, jadi petugas juga kerepotan membersihkannya,” kata Plt Kepala UPT Kebersihan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), KBB, Rudi Huntadi, Senin (24/6).

Rudi menyesalkan kenapa sampah-sampah itu tidak dikumpulkan dan diangkut oleh panitia atau Event Organizer (EO) yang menyelenggarakan acara. Terlebih pihaknya pun tidak dilibatkan atau diajak koordinasi oleh pembuat acara terkait pengangkutan sampah. Namun ketika ramai di media sosial bahwa banyak sisa sampah di lokasi, dirinya ditelpon oleh Kadis LH untuk segera mengangkut sampah-sampah tersebut.

Hanya saja karena lokasi bukan di wilayah pemda maka pihaknya kesulitan untuk menggeser personel karena banyak yang sedang bertugas. Khususnya untuk mengangkut sampah sisa peringatan hari jadi selama tiga hari dari Rabu-Jumat, sebanyak sekitar 12-15 ton. Sehingga dengan adanya kejadian ini petugasnya harus bekerja ekstra membersihkan sisa sampah yang sebenarnya bukan tanggungjawabnya.

“Untuk membersihkan sampah di Kota Baru, kami menerjunkan satu dump truk dan satu APSL dengan jumlah personel 18 dan beroperasi sejak pukul 07.00,” tuturnya.

Ada juga bantuan satu kendaraan dari pihak Kota Baru plus dengan lima personel kebersihan. Namun mereka membuang sampah hanya ke TPS sementara, sedangkan untuk ke TPA Sarimukti tetap dilakukan oleh UPT Kebersihan. Kedepan dirinya berharap ketika ada event publik sebaiknya UPT Kebersihan dilibatkan sehingga tidak ada saling lempar tanggung jawab ketika sampah menumpuk usai kegiatan.

“Ya apa susahnya diajak komuniksi sehingga kami bisa antisipasi sejak awal, tidak seperti ini kami harus tarik petugas dari tempat lain,” pungkasnya.

(jar) 

Loading...

loading...

Feeds

DLH Juara KIP Kabupaten Bandung 2019

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung mendapatkan penghargaan sebagai peringkat pertama untuk kategori Utama Monitoring dan Evaluasi (Monev) Penerapaan Undang-undang …

Ketua KPK “Kejar” Jokowi Terbitkan Perppu

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih bersedia untuk dapat menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti …