Implementasikan Program, BPJS Ketenagakerjaan Terjun Langsung Sosialisasi ke Warga

FOTO BERSAMA: Warga Cicalengka, Kabupaten Bandung foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR-RI, Senin (24/6/2019).

FOTO BERSAMA: Warga Cicalengka, Kabupaten Bandung foto bersama usai kegiatan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR-RI, Senin (24/6/2019).

POJOKBANDUNG.com, CICALENGKA – Ratusan warga Cicalengka, Kabupaten Bandung, mengikuti kegiatan Sosialisasi Program BPJS Ketenagakerjaan bersama Komisi IX DPR-RI. Dalam kegiatan tersebut, warga diberi pemahaman terkait program-program BPJS Ketenagakerjaan, terutama dari sisi manfaat.


Staf Ahli Wakil Komisi IX DPR RI, Taufik Hidayat mengatakan, kegiatan sosialisasi ini merupakan implementasi dari sejumlah program kerja pemerintah. Kegiatan sosialisasi ini juga diharapkan menjadi contoh untuk warga/ desa lain agar acara serupa dilakukan secara berkala.

“Ini program pemerintah yang harus disampaikan langsung kepada warga,” ucap Taufik saat ditemui usai kegiatan, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Senin (24/6/2019).

Menurut Taufik, sejauh ini komisi IX DPR-RI mengapresiasi progres BPJS Ketenagakerjaan dalam menyampaikan sejumlah program-programya. Ia juga bakal mendorong setiap keperluan yang dibutuhkan, terutama dalam hal
pengawasan. Tujuannya, agar program tersebut berjalan lancar sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Mudah-mudahan sosialisasi ini memberi pemahaman bagi warga, tambah wawasan baru dan kedepannya bisa menjadi peserta mandiri,” jelasnya

Kata Taufik, sebagai contoh jika dilihat dari kewajiban iuran peserta segmen bukan penerima upah (bpu), setiap peserta perbulannya berkewajiban hanya bayar Rp16.800 untuk perlindungan jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian. Dengan nilai yang tak besar itu, sambung Taufik, setiap warga sudah tercover jika suatu waktu terjadi musibah.

“Intinya seperti nambung, digunakan saat diperlukan. Bayangkan jika tidak di cover BPJS TK, kemudian terjadi kecelakaan kerja, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk berobat,” tegas Taufik.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Bandung Soekarno-Hatta, Aang Supono mengungkapkan, melalui sosialisasi ini diharapkan warga yang belum bergabung segera mendaftar jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

“Memang masih banyak pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) atau PU yang belum menjadi peserta, tapi kami akan berusaha mengajak untuk bergabung jadi peserta,” ucapnya.

Aang mengungkapkan, sistem jemput bola dengan cara mendatangi warga untuk menyosialisasikan program-program BPJS Ketenagakerjaan akan terus dilakukan. Sebab, banyak manfaat yang bisa didapat oleh warga baik JKK, JHT ataupun JK dan program pensiun.

“Ada 200-an warga yang ikut sosialisasi ini, semoga mereka menjadi pelopor saat pulang ke rumah, kemudian mengajak saudara atau kerabat untuk bergabung jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” jelasnya.

Dari jumlah kepesertaan di Kantor Cabang Soekarno-Hatta, kata Aang, saat ini kurang lebih sudah 140.000-an peserta. Menurutnya, jumlah itu akan terus bertambah seiring gencarnya sosialisasi dan target capaian kepesertaan setiap tahun.

“Untuk wilayah operasional BPJSTK Bandung Soetta sendiri, tahun ini kami menargetkan sebanyak 45.000 peserta baru. Tapi, kalau target pencapaian ingin sebanyak-banyaknya. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” tandasnya.

(azs)

 

Loading...

loading...

Feeds

DPRD Jabar Imbau Ponpes Taati Prokes

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Ketua Fraksi PKB DPRD Jabar M. Sidkon Djampi mengimbau para santri dan pengajarnya taati protokol kesehatan Covid-19. …

Kenaikan Sanksi Prokes Terbentur Pergub

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penerapan kenaikan sanksi denda untuk pelanggaran protokol kesehatan (prokes) sulit dilakukan. Musababnya, realisasi sanksi tersebut harus melakukan …