Pentingnya Adaptasi Akuntan di Era 4.0

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) bekerjasama dengan Pranadipta Consulting melaksanakan Focus Group Discussion dengan mengangkat tema “Akuntasi di Era Revolusi Industri 4.0”.

Wakil Direktur PT. Hutchison 3 Indonesia, Danny Buldansyah menjelaskan, era Revolusi Industri 4.0 mengharuskan untuk berinovasi dan berdaptasi untuk bisa bertahan.

Ia mencontohkan, hanya dalam waktu yang relatif singkat Gojek dan Grab mampu mengalahkan nilai ekonomi yang dimiliki oleh Bluebird atau penyedia jasa armada taksi konvensional, padahal mereka tidak punya satupun kendaraan sebagai armadanya.

“Penemuan bisnis model yang relatif baru mengharuskan setiap orang dari profesi apapun harus menjawabnya dengan perubahan paradigma dalam menyelesaikan masalah termasuk dalam bidang akuntansi,” bebernya dalam berita yang di dapatkan Pojok Bandung, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, Indonesia sebagai negara dengan perkembangan start-up posisi kedua di dunia.

“Tak heran, hal ini menjadi kabar gembira bagi kita semua masyarakat Indonesia, karena hal ini menandakan kreatifitas dan minat pelajar, mahasiswa dan anak muda Indonesia di bidang bisnis digital,” bebernya.

Dalam riset yang dilakukan olehnya, Ersa menemukan 64% kalangan start-up mengakui kesulitan dalam penyusunan laporan keuangan dan menganggap laporan keuangan sebagai isu yang krusial.

“Aplikasi Revolusi Industri 4.0 dalam bidang start-up ditinjau dari sudut pandang akuntansi dan proses penyusunan laporan keuangan, depelovement cost yang dapat dikapitalisasi dan tidak harus di expand asal memenuhi persyaratan yang cukup ketat sebagaimana diatur dalam PSAK untuk aset tak berwujud,” bebernya.

Saat ini, lanjutnya, PSAK 19 membatasi pengakuan aset tak berwujud yang dibangun sendiri kecuali berhasil memenuhi syarat yang ketat.

Selain dari itu proses ‘bakar uang’ yang dilakukan oleh perusahaan start-up untuk user acuitition dalam pencatatannya bisa dikapitalisasi dengan syarat adanya kepastian dan keyakinan bahwa user dari start-up itu akan menghasilkan revenue.

Angggota DSAK Ikatan Akuntan Indonesia yang juga dosen FEB UNPAD, Ersa Tri Wahyuni menambahkan, akuntan harus terus berusaha membuat dirinya relevan untuk masyarakat dan entitas bisnis.

Selama akuntan mampu memberikan nilai dan berkontribusi kepada masyarakat, maka selamanya profesi ini akan terus ada.

“Fungsi utama seorang akuntan adalah dia harus mampu mengkomunikasikan keadaan ekonomi perusahaan kepada decision maker,” imbuhnya.

“Akuntan harus memahami bahwa tools yang dipakai dalam bekerja itu sudah beragam danup-to-date,” tambahnya.

Akuntan pun, dinilainya, harus faham penggunanaan big data analytic dalam penyusunan laporan keuangan. “Oleh sebab itu akuntan harus faham dan belajar penggunaan, pemanfaatan dan mengkomunikasikan hasil analisis big data keuangan,” pungkasnya.

(nda)

Loading...

loading...

Feeds

SOR

Dispora: Nilai Kerugian Belum Dihitung

pojoksatu.com,BANDUNG – Atap Stadion Sepakbola di Sarana Olah Raga (SOR) Arcamanik, Kota Bandung mengalami kerusakan di bagian tribun timur. Atap …
sungai

Sungai di Subang Mulai Alami Kerusakan

pojoksatu.com,SUBANG – Dampak kerusakan alam yang diakibatkan penambangan pasir dan limbah industri mulai terasa. Sejumlah pihak mulai mengkhawatirkan dampak buruu …
kampung

Kampung Jabong Bau Kotoran Sapi

pojoksatu.com,SUBANG – Warga di Desa Curugrendeng  Kecamatan Jalancagak, Kabupaten Subang mengeluhkan bau tak sedap yang menyengat dari keberadaan peternakan sapi …