Musim Kemarau,Waspada Terjadi Kebakaran

PEMADAMAN : Petugas Damkar melakukan pemadaman. Pemadam Kebakaran Kota Cimahi mewaspadai potensi kebakaran ilalang dan kebakaran akibat pembakaran sampah memasuki musim kemarau tahun ini.
(foto: TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

PEMADAMAN : Petugas Damkar melakukan pemadaman. Pemadam Kebakaran Kota Cimahi mewaspadai potensi kebakaran ilalang dan kebakaran akibat pembakaran sampah memasuki musim kemarau tahun ini. (foto: TAOPIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.id, CIMAHI – Pemadam Kebakaran Kota Cimahi mewaspadai potensi kebakaran ilalang dan kebakaran akibat pembakaran sampah memasuki musim kemarau tahun ini.

Berdasarkan data dari Pemadam Kebakaran Kota Cimahi, pada tahun 2018 telah terjadi sebanyak 90 peristiwa kebakaran dan 28 kejadian diantaranya terjadi saat musim kemarau yakni, kebakaran ilalang dan kebakaran di lahan kosong akibat pembakaran sampah tersebut.

Komandan Regu I Damkar Kota Cimahi, Indrahadi, mengatakan saat memasuki musim kemarau ini masyarakat terkadang tidak memikirkan potensi kebakaran akibat pembakaran sampah atau ilalang secara disengaja.

“Betul saat musim kemarau memang rawan terjadi kebakaran ilalang dan kebakaran akibat pembakaran sampah. Kadang masyarakat tidak tahu bahwa bahaya meningkat kalau kemarau seperti ini,” ujarnya saat dihubungi, Rabu (19/6/2019).

Menurutnya, kebakaran ilalang saat musim kemarau biasanya terjadi akibat faktor cuaca panas yang menyebabkan ilalang menjadi kering, sehingga sangat mudah terbakar dan apinya cepat membesar karena hembusan angin kencang.

“Jadi untuk antisipasi itu kami sosialisasi ke warga, jangan sampai menyalakan api di sekitar lahan ilalang karena sekecil apapun api pasti bisa membakar ilalang  yang sudah kering,” katanya.

Berkaca pada tahun lalu, lanjutnya, kebakaran ilalang kerap terjadi di wilayah Cimahi Selatan yang memang banyak terdapat lahan ilalang dan lahan kosong yang digunakan untuk pembakaran sampah.

“Pada tahun lalu memang kebakaran ilalang banyak terjadi di wilayah Cimahi Selatan, seperti di Gunung Bohong dan di daerah Brigif, sisanya terjadi di pemukiman padat penduduk,” ucapnya.

Berdasarkan keterangan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas I Bandung, awal Juni ini sudah memasuki musim kemarau hingga bulan Oktober mendatang.

Puncak musim kemarau sendiri akan terjadi pada bulan Agustus mendatang yang diprediksi tidak akan turun hujan sama sekali.

“Betul sudah memasuki musim kemarau, sejak Mei sampai Oktober. Saat ini cuaca di dominasi cerah dan masih terdapat potensi hujan ringan di sore hari. Curah hujan secara bertahap akan berkurang. Musim hujan  baru akan datang akhir Oktober nanti,” ujar Kepala BMKG Klas I Bandung, Tony Agus Wijaya.

Potensi bencana yang mungkin terjadi selama musim kemarau ini yakni kekeringan dan kebakaran. Kebakaran bisa diperparah dengan kondisi hembusan angin yang kencang selama kemarau.

“Angin masih normal kalau untuk sekarang, tapi kecepatan mulai meningkat. Kebakaran meningkat potensinya di musim kemarau. Apalagi potensi kekeringan di puncak musim kemarau sangat tinggi,” pungkasnya.

(dan)

 

loading...

Feeds

PORPAMNAS Pestanya Tukang Ledeng

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tukang ledeng se-Indonesia berpesta. Para tukang ledeng ini akan beradu aksi dalam event Pekan Olahraga Perusahaan Air …
pengembangan

Pangandaran Jadi Nomor Satu Pembangunan Wisata

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil berkomitmen memberi perhatian khusus terhadap pengembangan sektor pariwisata Kabupaten Pangandaran. Salah satunya …