Mahasiswa UPI Unjuk Kebolehan Gelar Teater Purnamasari Silalatu Pajajaran

Mahasiswa UPI saat pentas drama tari Purnamasari Silalatu Pajajaran, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, Dago, Kota Bandung, Senin (17/6).

Mahasiswa UPI saat pentas drama tari Purnamasari Silalatu Pajajaran, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, Dago, Kota Bandung, Senin (17/6).

“Drama tari ini jadi pembelajaran, ternyata masih banyak sejarah yang memang belum tergali,” tandasnya.


Dosen Pembimbing Dramatari, Departemen Pendidikan Tari UPI,
Ayo Sunaryo menuturkan, drama tari Silalatu Pajajaran diambil karena ingin mengangkat kembali sejarah yang mulai dilupakan, bahkan tidak dikenal sama sekali. Kata dia, melalui teater ini diharapkan nilai-nilai historis, khususnya kerajaan di Jawa Barat kembali berjaya di era modern saat ini.

“Pada 2017 kami garap Perang Bubat. 2018, digelar teater sejarah Sanghyang Hawu. Sekarang kami garap Purnamasari Silalatu Pajajaran. Kenapa ? Kami meyakini cerita sejarah Pajajaran itu panjang. Mungkin, tahun selanjutnya masih bertema sejarah yang sama untuk mengenalkan sejarah kepada generasi masa depan,” papar Ayo.

Kata Ayo, pagelaran teater ini juga menjadi penilaian bagi mahasiswa 2016 meliputi penilaian koreografi, manajemen pertunjukan dan tatacara publikasi.

“Yang terlibat hari ini hampir 250 pemain, meliputi pemusik, crew, penari, dan lainnya,” imbuhnya.

Pewaris Pantun Pajajaran Bogor, Edi Yusuf mengapresiasi pagelaran drama tari yang dilakukan mahasiswa UPI. Baginya tak mudah mengaplikasi cerita yang ada di naskah Silalatu Pajajaran kedalam sebuah drama teater (koreografi).

“Secara alur sudah sesuai walaupun ada yang harus dievaluasi. Tapi jika keseluruhan sudah luar biasa,” jelasnya.

“Saat persiapan, saya hanya memberi poin inti saja karena tak sembarang orang bisa membaca naskahnya. Tapi, poin itu bisa diterjemahkan mahasiswa UPI hingga sedemikian rupa, sampai pendalaman karakternya dapat,” sambung Edi.

Loading...

loading...

Feeds