Mahasiswa UPI Unjuk Kebolehan Gelar Teater Purnamasari Silalatu Pajajaran

Mahasiswa UPI saat pentas drama tari Purnamasari Silalatu Pajajaran, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, Dago, Kota Bandung, Senin (17/6).

Mahasiswa UPI saat pentas drama tari Purnamasari Silalatu Pajajaran, di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, Dago, Kota Bandung, Senin (17/6).

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Sejumlah mahasiswa Departemen Pendidikan Seni Tari, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, menggelar pentas drama tari Purnamasari Silalatu Pajajaran, Senin (17/6). Pagelaran yang berlangsung di Gedung Teater Tertutup, Taman Budaya, Dago, Kota Bandung itu selain melestarikan khasanah sejarah, juga menjadi salah satu syarat penilaian bagi mahasiswa tingkat akhir.


Drama tari Silalatu Pajajaran menitik beratkan kisah asmara Purnamasari dengan suaminya, Kumbang Bagu Setra dan penghianatan Jaya Antea yang berujung pada runtuhnya Kerajaan Pajajaran dibawah kepemimpinan Prabu Siliwangi oleh pasukan Banten, Demak dan Cirebon di Benteng Lawang Gintung.

Drama tari tersebut juga bercerita bagaimana putri Prabu Siliwangi itu menjadi seorang pahlawan yang membela kerajaan Pajajaran habis-habisan, hingga harus melarikan diri ke Gunung Jayanti dan membangun perkampungan di Cidadap, Pelabuhan Ratu, Sukabumi.

Pemeran putri Purnamasari, Nur Fahmi mengungkapkan, dirinya kesulitan memerankan sosok putri seorang raja yang memiliki karakter ladak (gagah) tapi lemah lembut. Selain itu, kata dia, sulit mendapat chemistry atau rasa menjadi sosok Purnamasari.

“Proses penjiwaan yang sulit,” ucap Nur.

Meski demikian, mahasiswa angkatan 2016 itu menyebut, semua kesulitan bisa dilewati dengan persiapan dan latihan yang cukup hingga tiga bulan lamanya.

“Persiapannya cukup panjang, karena teater ini sedikit berbeda, karena naskah asli (Silalatu Pajajaran) sulit dibaca atau diterjemahkan,” ungkapnya.

Kata Nur, setalah mempelajari alur cerita dan memerankan sosok Purnamasari banyak pelajaran yang didapat. Ia jadi mengerti sosok Purnamasari dan paham peliknya kehidupan pada masa kerajaan zaman dulu.

Loading...

loading...

Feeds

Rina Gunawan Meninggal Dunia

Rina Gunawan, istri dari Teddy Syach dikabarkan meninggal dunia pada hari ini Selasa (2/3). Kabar duka tersebut dibenarkan sang manajer.

Sampah Sumbat Sungai, Aktivis Demo

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Terkait timbunan sampah yang kerap menyumbat aliran Sungai  Cigadung yang berasal dari gundukan sampah di tempat pembuangan …

Setahun Zona Merah di Indonesia

PADA 2 Maret 2020, Presiden Jokowi mengumumkan dua warga Depok, Jawa Barat, terpapar virus mematikan Covid-19. Setelah pengumuman menyeramkan itu, suasana …