Ganasnya Glioblastoma, Kanker Otak yang Diderita Agung Hercules HEALTH ISSUES

Agung Hercules (Instagram/Agung Hercules88)

Agung Hercules (Instagram/Agung Hercules88)

POJOKBANDUNG.com –  Aktor dan komedian Agung Hercules sedang terbaring sakit. Dia divonis menderita sakit kanker otak. Sejak beberapa hari terakhir banyak rekan dan kerabatnya datang membesuk ke RSUD Kota Tangerang.

Sang istri, Mira Rahayu lewat Instagram menjelaskan bahwa suaminya terkena kanker jenis Glioblastoma. Bahkan kini sudah mencapai stadium 4.

Dari sisi medis, kanker jenis Glioblastoma adalah salah satu jenis yang paling ganas. Kanker itu terbentuk dari sel di otak dan dimulai di serebrum, bagian otak terbesar pada orang dewasa. Sekitar 1 dari 5 tumor yang dimulai di otak adalah glioblastoma. Laki-laki cenderung lebih banyak daripada perempuan.

“Kasus ini jarang terjadi, sekitar 15 persen dari tumor otak,” kata Pakar Hematologi dan Onkologi Medik Dr. Ronald. A. Hukom, MHSc, Sp.PD, KHOM dari RS FINASIM, RS Dharmais, dan Perhimpunan Hematologi dan Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin).

Menurut dr. Ronald, kanker jenis ini tergolong ganas. Terdapat 4 stadium tumor. Status kanker pada Agung Hercules sudsh stadium 4 artinya berkembang cepat dan menyebar dengan cepat. Tumor ini menyerang jaringan otak yang sehat. “Kanker ini ganas, glioblastoma berkembang dengan cepat,” jelas dr. Ronald.

Gejala dan Prognosis Pasien

Glioblastoma biasanya terjadi tekanan pada otak, itu adalah gejala pertama. Gejalanya tentu rasa sakit luar biasa pada kepala, kejang, muntah, gangguan berpikir, dan pandangan kabur.

Menurut dr. Ronald, pasien bertahan umumnya antara 10-30 bulan. Hal itu dipengaruhi antara lain tergantung berapa banyak tumor yang bisa dibuang. “Pengobatan dilakukan berapa banyak tumor yang bisa dioperasi,” jelasnya.

Menurutnya, biasanya kanker ini lebih banyak terjadi pada usia di atas 60 tahun. Dan bila terserang di usia lebih muda seperti Agung Hercules, lebih sering mendapat tipe yang lebih agresif dengan survival lebih pendek.

“Faktor risiko yang sudah pasti adalah riwayat pasien pernah radiasi daerah kepala dan leher,” ungkap dr. Ronald.

(jpc)

Loading...

loading...

Feeds

undip

Trainer UNDIP Gembleng Ratusan Guru

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Charoen Pokphand Foundation Indonesia (CPFI) bekerjasama dengan Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang dan Dinas Pendidikan dan …
pembangunan

Pembangunan NS-Link Belum Jelas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Rencana pembangunan tol dalam kota North South Link (NS-Link) di Kota Bandung tidak jelas keberlanjutannya. Padahal sebelumnya, …
pts

Tel-U Peringkat Pertama PTS di Indonesia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Telkom University (Tel-U) menempati peringkat kesatu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) nasional dalam klasterisasi Perguruan Tinggi (PT) Indonesia …
sportifitas

Tanamkan Sportifitas Sejak Dini

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Sebanyak 16 tim sepak bola tingkat SMP se – Jawa Barat meriahkan Gala Siswa Indonesia (GSI) 2019. …
mamah

Mamah Dedeh Singgung BLT dan LPG

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Dalam rangka tasyakur HUT RI ke-74, Pemkab Subang menggelar Tabligh Akbar dengan penceramah Ustadzah Dedeh Rosidah atau …
asn

ASN Cimahi Masih Belum Profesional

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Konsep Aparatur Sipil Negara (ASN) yang boleh bekerja di rumah, dari  Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi …

KPK Tangkap Jaksa di Kejari Jogjakarta

Tim penindakan KPK kembali menggelar OTT. Dalam operasi senyap di Jogja ini, tim berhasil menangkap beberapa aparat penegak hukum di …

Targetkan 11 Daerah Dimekarkan

BANDUNG – Provinsi Jawa Barat membutuhkan Daerah Otonomi Baru (DOB) untuk meningkatkan kesejahteraan sekaligus pemenuhan layanan pemerintah dan infrastruktur kepada …