Ketua KPU Blak-blakan Sering Diancam Oknum yang Tak Puas Hasil Pemilu

Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Arief Budiman mengaku sering diancam oknum yang tak puas dengan keputusan penyelenggara pemilu.

Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU) Arief Budiman mengaku sering diancam oknum yang tak puas dengan keputusan penyelenggara pemilu.

POJOKBANDUNG.com – Ketua Komisi Pemilihan Umum RI (KPU), Arief Budiman mengaku, kerap menerima ancaman selama penyelenggaraan pemilu 2019. Arief merasa, ancaman tersebut merupakan bentuk kekecewaan dari pihak-pihak yang tidak terima dengan keputusan KPU.


Bahkan, tak segan-segan mereka menuding tanpa data alias menyalahkan KPU sebagai biang keladi kecurangan di pemilu 2019. ‎”Iya ada. Iya tapi kan biasa aja, ada orang yang kecewa, marah kan tinggal bagaimana kita merespons itu,” ujar Arief Budiman saat dihubungi, Kamis (19/6).

Arief menambahkan, ancaman semacam itu banyak dia dapatkan lewat media sosial. Dirinya pun tidak terlalu merisaukan ancaman dari oknum tersebut.

Bahkan Arief mengaku biasa saja saat membaca ancaman itu di media sosial. ‎Sebab, bukan kali ini saja dirinya mendapat ancaman serupa.

“Apakah kita baca saja sambil tersenyum atau kita baca sambil marah-marah lalu balas komentarnya itu kan tergantung kita sendiri. Kalau saya kan menghadapi yang seperti itu biasa saja,” katanya.

Selain melalui media sosial, Arief mengaku juga kerap diteror lewat pesan singkat (SMS). Namun, Arief menegaskan, penyelenggara pemilu menjunjung tinggi transparansi.

Buktinya, masyarakat bisa ikut memantau jalannya pemilu, mulai dari proses penghitungan hingga rekapitulasi. Arief memastikan, KPU tidak punya niat untuk berbuat kecurangan.

“Sejak dalam pikiran saya tidak pernah memiliki niat buruk dalam menyelenggarakan pemilu ini. Saya tidak punya niat curang, saya tidak pernah punya niat jahat,” katanya.

Dibandingkan dengan pemilu 2014 lalu, Arief merasa ancaman yang menerpa penyelenggara pemilu lebih masif di 2019 ini. ‎”Menurut saya sih sama ya. Kualitas ancamannya, kualitas tekanannya. Tapi kalau sekarang kan lebih massif di media sosial,” ungkapnya.

Loading...

loading...

Feeds

Unpad Tambah Guru Besar

Universitas Padjajaran (Unpad) mengukuhkan Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt sebagai guru besar dalam bidang Ilmu Farmakologi dan Farmasi …
bojongloa

Delapan Rumah Diamuk Puting Beliung

POJOKBANDUNG.com,SUBANG – Sedikitnya delapan unit rumah rusak akibat diterjang hujan deras disertai angin puting beliung yang menerjang wilayah desa Bojongloa,Kecamatan …
22 pemain

22 Pemain Disiapkan Hadapi Dua Tandang

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung bertolak ke Yogyakarta pada Kamis (5/12/2019) dengan kekuatan 22 pemain. Persib bakal menantang tuan rumah …
proyek

Rp 50 Miliar Bangun Skywalk dan Tower

POJOKBANDUNG.com, SOREANG – Pemerintah Kabupaten Bandung bersiap membangunan Skywalk Al-Fathu dan Tower Sabilulungan. Anggaran untuk dua proyek tersebut sebesar Rp …
Narkoba

Sosialisasi P4GN Cegah Penyalahgunaan Narkoba

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penyalahgunaan narkoba menjadi persoalan serius dan mendapat perhatian penuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk Pemkot Kota Bandung. Berdasarkan …
persib

Aneh dengan Permainan Persib Bandung

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Persib Bandung menelan kekalahan dari Persela Lamongan 0-2 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Selasa …

Uji Kompetensi, Upaya Menjaga Kualitas Wartawan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pertumbuhan anggota organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) terus meningkat. Para pengurus berharap kuantitas anggota yang ada berbanding …