Sempat Anjlok, Jalur Kereta Api Lintas Selatan Kembali Normal

ilustrasi

ilustrasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Manager Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung, Noxy Citrea menyampaikan bahwa jalur kereta api lintas selatan sudah bisa dilewati kembali pada hari Kamis (30/05) pukul 01.45 WIB.

“Alhamdulillah pada pukul 01.45 WIB lokasi di Km 193+0 antara Stasiun Lebakjero dan Stasiun Nagreg dinyatakan aman untuk dilewati. Pada pukul 02.15 WIB  KA Kutojaya Selatan Tambahan berangkat Stasiun Nagreg dan merupakan KA pertama yang lewat lokasi. Atas terganggunya operasional kereta api ini, sekali lagi Kami mohon maaf,” ungkap Noxy kepada Pojokbandung via pesan singkat, Kamis (30/5).

Baca Juga: Kereta Api Lodaya Tambahan Anjlok di Nagreg, Pukul 9 Malam Berhasil Dievakuasi

Imbas peristiwa anjloknya KA Lodaya Tambahan ada 7 kereta api dari wilayah Daop 2 yang pola operasinya memutar ke lintas utara menuju Purwakarta, Cikampek, Cirebon,Puwokerto, Kroya untuk kemudian kembali ke lintas selatan. Kereta-kereta yang memutar adalah KA Turangga, KA Lodaya reguler, KA Mutiara Selatan, KA Malabar, KA Kahuripan, KA Kutojaya Selatan, dan KA Lodaya Tambahan.

Terkait dengan penyebab anjloknya KA Lodaya Tambahan, Noxy menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam penyelidikan. Namun dipastikannya bahwa petugas PT KAI semuanya siaga untuk menjamin kelancaran masa Angkutan Lebaran 2019.

“Pegawai PT KAI siaga di lintas dan mengikuti posko untuk memastikan masyarakat mudik dengan aman lancar dan selamat,” tambah Noxy.

(apt)

loading...

Feeds

rs

Dewan Sorot Kekosongan Pimpinan Enam RS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat bakal mengagendakan pertemuan dengan Pemeritah Provinsi Jawa Barat, terutama …
regulasi

Regulasi Rumit Ganggu Harga Pangan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania mengingatkan pemerintah terkait harga pangan. Menurutnya, bahwa regulasi …

Kemendikbud Siapkan Rotasi Guru

Pendekatan zonasi tidak hanya diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa pendekatan serupa …