Logo dan Proses Pemilihan Ketua Bikers Brotherhood 1%  MC Sesuai Blackbook

Suasana sidang agenda pemeriksaan saksi terkait kasus gugatan Bikers Brotherhood 1%  MC (BB 1% MC). (foto : Azis Zukhairil/RADAR BANDUNG)

Suasana sidang agenda pemeriksaan saksi terkait kasus gugatan Bikers Brotherhood 1% MC (BB 1% MC). (foto : Azis Zukhairil/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Bikers Brotherhood 1%  MC (BB 1% MC) menghadirkan saksi dalam sidang gugatan di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Selasa (28/5). Persidangan membahas terkait pengginaan logo yang digunakan oleh klub motor tertua tersebut.

Gugatan sendiri ditujukan kepada Bikers Brotherhood MC Indonesia yang diduga tidak memiliki kewenangan mengenai akta badan hukum perkumpulan.  Dalam sidang, pihak penggugat menghadirkan Boy Samsa untuk memberikan kesaksian terkait perjalanan klub motor yang dari tahun 1988.

“Saya sudah bergabung dengan Brotherhood ini sudah lama sehingga mengikuti revolusi logo dari awal ketika masih bernama De’Motors hingga sampai sekarang Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia yang secara utuh tertera dalam logo,” ujar Boy dihadapan Hakim seraya menyampaikan ia resmi bergabung menjadi anggota pada tahun 1991.

Pada kesempatan ini Boy Samsam menjelaskan proses kepemimpinan klub motor dari era El Presidente  LQ Hendrawan hingga Pegi Diar. Menurutnya, para ketua dipilih oleh angora serta atas dasar musyawarah dewan adat.

Proses pemilihan tersebut tertuang dalam black book sebagai anggaran dasar klab motor tersebut yang telah disepakati. Kendati demikian, kuasa hukum tergugat dari Brotherhood MC Indonesia merasa keberatan. Lantaran  Boy Samsam merupakan anggota dari pihak penggugat atau bisa dikatakan yang terlibat dalam sengketa.

“Saksi yang diajukan penggugat kita keberatan, karena sanksi terlibat dari sengketa ini,” ujar perwakilan dari kuasa hukum tergugat .

Namun hal tersebut dibantah oleh kuasa hukum penggugat R Wawan Darmawan, kata dia, sengketa yang sedang dihadapi adalah sengketa internal organisasi, maka yang paling tahu dan pantas adalah dari anggota juga.

Sidang tersebut ditutup dengan pertanyaan pamungkas dari Hakim Ketua, yang bertanya pada saksi apakah saksi yaitu Boy Samsam mengetahui pendaftaran perkumpulan Bikers Brotherhood ke departemen hukum dan HAM tahun 2015.

“Saya tidak tahu soal itu, tahu-tahu juga di media sosial,” tuturnya.

Belakang diketahui El Presidente Bikers Brotherhood 1% MC Indonesia Pergi Diar, menggugat 34 anggota Bikers Brotherhood  MC Indonesia yang notabene dewan adat atau pendiri Brotherhood. Adapun agenda sidang perdata sengketa Brotherhood ini sudah berjalan tujuh kali, tahapan selanjutnya adalah tanggapan dari tergugat yang direncanakan di selenggarakan 19 Juni 2019 mendatang.

(azs)

Loading...

loading...

Feeds

liter

PDAM Fokus di Daerah Kekeringan

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Meski saat ini persediaan air dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung mengalami …