Mitigasi Kebakaran Seluruh Pasar Kota Bandung Belum Memenuhi Standar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Lamanya pemadaman api di area basment pasar kosambi yang terbakar pada minggu (19/5) malam. Menjadi perbincangan masyarakat Kota Bandung. Tanpa terkecuali, Pemerhati Kebakaran Gedung Kota Bandung, Lily Tambunan.

Menurutnya, di dalam pasar seharusnya memiliki sistem pencegahan dan mekanisme pengelolaan yang baik, khususnya sistem penyimpanan dan pengelompokan barang dagangan sesuai sifat material dasarnya.

“Harus dilakukan penyelidikan atas kelaikan struktur yang sudah terpapar panas tinggi cukup lama akibat api yang melalap pasar ini,”ujar Lily kepada Radar Bandung, Senin(20/5)

Hasil penyelidikan tersebut, dikatakan Lily, akan menghasilkan rekomendasi untuk kelayakan fungsi Pasar Kosambi itu sendiri. Mengingat, Beberapa pasar utama di Bandung karakteristiknya hampir sama.

“Seperti Pasar Baru, Pasar Andir, Pasar Kiaracondong, juga memiliki karakteristik jenis dagangan dengan bahan dasar yang sama misalnya plastik, kertas, atau kain yang mudah terbakar,”ungkapnya.

Lebih lanjut, Lily mengatakan, kebakaran Pasar Kosambi, seharusnya dijadikan bahan evaluasi terhadap kinerja sistem proteksi kebakaran di pasar-pasar tersebut. Terpenting adalah sistem yang efektif untuk mencegah timbulnya api dan mencegah penyebaran api secara cepat.

“Alat deteksi awal kebakaran seperti smoke detector dan alarm kebakaran harus dipasang dan harus dijamin berfungsi pada saat terjadinya kebakaran,”

Lily menambahkan, dengan perlengkapan alat padam yang memadai, risiko membesarnya api dan menjadi tak terkendali dapat dicegah. Kemudian Pasar juga harus memiliki SOP tentang pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran yang meliputi cara-cara penyimpanan barang-barang mudah terbakar.

Selain itu, menurut Lily, soal sosialisasi dan inspeksi kepatuhan, pedagang terhadap SOP ini harus dilakukan secara berkala dan diberikan sanksi apabila dilanggar. Kemudian jalur-jalur evakuasi yang jelas dengan kapasitas yang cukup untuk menampung orang yang akan menyelamatkan diri dalam waktu yang bersamaan.

“Petunjuk arah yang terlihat jelas, jalur-jalur yang bebas dari barang dagangan, tangga-tangga kebakaran yang jumlahnya cukup dan tidak terkunci serta bebas barang,”jelasnya.

Lily berharap, seluruh pasar di Kota Bandung mengadakan pelatihan kebakaran rutin secara minimum tiga bulan sekali dan itu harus diikuti semua pedagang dan pengelola pasar bahkan sampai pembeli.

“Jika semua prosedur terpenuhi, bangunan pasar akan aman dari bahaya kebakaran,”pungkasnya.

(azs)

loading...

Feeds

rs

Dewan Sorot Kekosongan Pimpinan Enam RS

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dewan Perwakilan Rakyar Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Barat bakal mengagendakan pertemuan dengan Pemeritah Provinsi Jawa Barat, terutama …
regulasi

Regulasi Rumit Ganggu Harga Pangan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS), Galuh Octania mengingatkan pemerintah terkait harga pangan. Menurutnya, bahwa regulasi …

Kemendikbud Siapkan Rotasi Guru

Pendekatan zonasi tidak hanya diterapkan dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyatakan bahwa pendekatan serupa …