BPJS Kesehatan Peroleh Nilai Sangat Baik Good Governance 2018

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna. Foto: istimewa

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari dan Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna. Foto: istimewa

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – Untuk menggenjot jumlah peserta jaminan sosial, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan menjajaki sinergi dengan PT Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Kerja sama tersebut untuk mengoptimalkan upaya perluasan kepesertaan Program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Secara khusus kerja sama ini menyasar peserta dari segmen Pekerja Penerima Upah (PPU). BEI akan mendorong perusahaan untuk mendaftarkan entitas dan seluruh pekerjanya ke dalam Program JKN-KIS.

Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari menjelaskan, pendaftaran pekerja ke dalam program JKN-KIS bukan hanya sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi. Pendaftaran pekerja itu juga merupakan pemenuhan hak dari para pekerja yang tidak boleh ditunda.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap PT Bursa Efek Indonesia bisa ikut memberikan kontribusi besar dalam upaya perluasan kepesertaan Program JKN-KIS,” ujar Andayani dalam acara penandatanganan nota kesepahaman dengan BEI di IDX Mainhall, Jakarta pada Rabu, 15 Mei 2019 dalam keterangan resmi.

Berlandaskan nota kesepahaman tersebut, BPJS Kesehatan akan memberikan data potensi calon perusahaan dan potensi calon investor yang terdaftar di BPJS Kesehatan kepada BEI. Sebaliknya, BEI akan memberikan data potensi perluasan kepesertaan badan usaha kepada BPJS Kesehatan.

Andayani menjelaskan, peran badan usaha sangat besar dalam mendorong program JKN-KIS. Badan usaha diharapkan mampu memberikan kontribusi yang optimal untuk mengawal keberlangsungan program jaminan kesehatan sosial tersebut.

“Badan usaha harus comply dalam memberikan perlindungan jaminan kesehatan kepada seluruh pekerjanya, termasuk anggota keluarganya. Jangan baru dipenuhi ketika pekerja yang bersangkutan sakit atau membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujar Andayani.

Selain perluasan peserta, kerja sama tersebut turut mencakup sosialisasi kepesertaan Program JKN-KIS kepada perusahaan yang tercatat di BEI. Dalam acara itu pun terdapat sosialisasi mengenai Initial Public Offering (IPO) dan investasi kepada perusahaan yang sudah terdaftar di BPJS Kesehatan.

Hingga 10 Mei 2019, total peserta JKN-KIS mencapai 221.580.743 jiwa atau sekitar 83,94 persen dari jumlah penduduk Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 32.033.542 jiwa terdaftar sebagai peserta JKN-KIS dari segmen PPU swasta. Adapun, sampai akhir April 2019, terdapat 265.455 badan usaha yang telah terdaftar dalam Program JKN-KIS.

(ymi)

Loading...

loading...

Feeds

dinkes

Dinkes Bandung Utamakan Kualitas Puskesmas

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung lebih mementingkan kualitas dibandingkan kuantitas Puskesmas. “Untuk kondisi sekarang, yang penting bagi …
sukabumi

Pick-Up Colt L300 Dominasi Sukabumi

POJOKBANDUNG.com, PT SRIKANDI Diamond Cemerlang Motors dealer Mitsubishi Wilayah Sukabumi, didukung PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Distributor …
dpd

DPD KNPI Kota Bandung Gelar Orientasi

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Peringati hari kemerdekaan Republik Indonesia, DPD KNPI Kota Bandung menggelar orientasi 210 peserta di salah satu pusat pendidikan …
kodim

Kemarau, Kodim 0605 Subang Bantu Petani

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Kodim 0605/Subang telah menyiapkan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau panjang. Salah satunya adalah dengan melakukan pengawalan …
zurich

Zurich Luncurkan Asuransi Kelas Dunia

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Zurich Indonesia meluncurkan produk asuransi penyakit kritis terbaru Zurich Critical Advantage (ZCA) dengan manfaat utama perawatan medis …
perdamaian

MWA Unpad Belum Ajukan Perdamaian

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Tim Pengacara calon rektor (carek) Unpad, Prof Atip Latipulhayat, mengakui belum mendapat ajakan perdamaian secara serius dari Majelis …