Tak Semua Honorer Setujui Tawaran Disdik Kota Bandung

Ilustrasi Honorer

Ilustrasi Honorer

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Pendidikan telah menyiapkan solusi, terkait masalah honorarium guru dan Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) non PNS. Salah satunya dengan menyiapkan anggaran di APBD-Perubahan bagi guru honorer yang tidak mendapat pencairan di bulan ini.


Selasa (14/5/2019), Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bandung mengelar pertemuan dengan sejumlah organisasi atau forum guru honorer. Dalam pertemuan itu membahas ihwal honorarium tersebut. Berbagai hal dibicarakan termasuk tawaran solusi dari Disdik kepada para guru honorer.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Bandung, Mia Rumiasari menuturkan, secara teknis pemberian honorarium guru dan TAS non PNS ini tertuang dalam Perda Nomor 2 tahun 2018 Pasal 14 ayat 2. Dalam Perda tersebut tercantum beberapa persyaratan agar mendapat honorarium.

Kata dia, dari Perda itu kemudian lahir Perwal yang keluar pada 2 April 2019 lalu. Dalam Perwal itu juga tertuang beberapa persyaratan agar guru dan TAS non PNS ini bisa mendapat honorarium.

“Di dalam (Perwal) mengacu standar pendidikan yang harus dimiliki guru dan standar kualifikasi TAS. Untuk guru itu minimal S1 dan bersertifikasi pendidikan. TAS itu (pendidikan minimal) SMA,” kata Mia di Kantor Disdik Kota Bandung, Selasa (14/5).

Mia mengtakan, berdasarkan data yang ada jumlah guru dan TAS non PNS di Kota Bandung ada sebanyak kurang lebih 11.200 orang. Dari jumlah tersebut ada 9.000 dinyatakan telah lulus validasi dan mendapat honorarium dalam waktu dekat.

Sementara untuk guru dan TAS non PNS yang belum tervalidsai pihaknya akan tetap diberikan honorarium. Disdik akan menyiapkan anggaran untuk guru dan TAS non PNS di APBDP.

“Tapi mungkin besarannya beda, karena nomenklaturnya berbeda. Prinsipnya tidak akan sama (dengan yang telah tervalidiasi),” ujarnya.

Menanggapi hal itu, perwakilan guru honorer belum semuanya sepakat dengan tawaran Disdik tersebut. Mereka tetap berharap seluruh guru dan TAS honorer bisa tetap diakomodir di bulan ini.

“Kesepakatannya akan mendapat tapi diajuan perubahan. Kami belum putuskan setuju. Ini baru tawaran dari Disdik,” kata Ketua Aliansi Guru Honorer Indonesia (AGHI) Kota Bandung, Iman Supriatna.

“Harapannya semua honorer mendapatkanya untuk tahun sekarang. Mudah-mudahan Pemkot Bandung bisa memberikan yang terbaik,” sambung Iman.

Sementara itu, Ketua Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Kota Bandung, Iwan Hermawan menegaskan, berdasarkan penelusuran FAGI jumlah guru dan TAS non PNS Kota Bandung sebanyak 11.286 orang. Kemudian yang terjaring masuk klasifikasi perwal di perkirakan sebanyak 88.173. Lalu yang belum terjaring diperkirakan jumlahnya 2.413 orang.

Loading...

loading...

Feeds

Tukang Rias Meninggal di Kamar Kos

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Warga Kelurahan Panglejar, Kecamatan Subang, Kabupaten Subang, mendadak geger. Mereka dikejutkan dengan temuan sesosok mayat laki-laki di …

15 Nakes Covid, Puskesmas Cisalak Ditutup

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Puskesmas Cisalak, Kabupaten Subang ditutup. Ini karena 15 nakesnya terkonfirmasi positif virus Covid-19. Penutupan dilakukan selama 14  …

Perbaikan Tanggul Meleset dari Target

POJOKBANDUNG.com, BEKASI – Perbaikan tanggul Sungai Citarum yang berada di Kampung Babakan Banten, Desa Sumberurip, Kecamatan Pebayuran, belum juga selesai …

Ratusan Prajurit Kodam Divaksin Sinovac

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Ratusan prajurit TNI dijajaran Kodam III/Siliwangi menerima suntikan Vaksinasi Sinovac. Hal tersebut disampaikan Kapendam III/Siliwangi Kolonel Inf …

Ada Efek Pegal-pegal dan Ngantuk

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Setelah disuntik vaksin, Wakil Wali Kota Bandung, Yana Mulyana tidak berencana melakukan kegiatan yang terlalu berat. “Setelah …