Jika Terjadi People Power, Jabar Sumbang Masa Terbanyak

Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKPP), Adiyana Slamet

Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKPP), Adiyana Slamet

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Isu People Power saat ini tengah menjadi perbincangan hangat dikalangan masyarkat luas, tak terkecuali Jawa Barat. Direktur Lingkar Kajian Komunikasi Politik (LKPP), Adiyana Slamet berpendapat jika gerakan tersebut benar terjadi, Jawa Barat akan sumbang masa terbanyak.

“Aksi pepole power yang digaungkan saat ini keluar dari aktor-aktor aksi 212. Sehingga tidak menampik kemungkinan akan banyak masa dari Jawa Barat,”kata Adiyana kepada Pojokbandung, Minggu (12/5).

Menurutnya, kemungkinan tersebut sangat bisa terjadi terutama jika ditarik dari perjalanan sejarah Jawa Barat yang kental dengan khazanah peregerakan bahkan disebut sebut sebagai zona merah.

“Kalau kita bicara historis, dulunya Jawa Barat ini adalah basis DI TII, lalu kemudian muncul dari berbagai kalangan misalkan Komisi 1 pada 2015-2016 menyebut bahwa Jawa Barat adalah zona merah Wahid Institute juga merilis itu setara Institute juga,”ungkapnya.

Adyana menjelaskan, kaitanya dengan isu people power, Jawa Barat diprediksi bakal menyumbang masa paling banyak dibanding provinsi lainya.  Hal itu juga terjadi saat aksi yang berlangsung di Jakarta pada 4 November 2016 dan  2 Desember 2016.

“Kalau kita belajar dari reuni 212 Jawa Barat ini adalah penyumbang massa terbesar maka kemungkinannya ya hampir sama (dengan rencana people power), Jawa Barat mungkin pengirim masa terbanyak ke Jakarta,”ungkapnya.

Dihkawatirkan timbul emosi yang diluar kendali, atau masyakat Jawa Barat terpancing melakukan tindakan yang merugian, Adiyana meminta agar kepala daerah bisa memberi imbauan bagi masyarakat sehingg hal yang tidak diinginkan bisa dihindari. Terutama di daerah dengan basis masa tertentu.

“Para pemangku kepentingan ikut serta juga bertanggung jawab pada warganya supaya tidak terprovokasi,”kata Adiyana.

Wilayah-wialayah yang akan menyumbang masa tersbut, menurut Adiyana, lebih banyak di wilayah Jawa Barat bagaian selatan dan barat. Sehingga kepala daerah di wilayah tersebut diharapakan bisa menahan masa agar tidak terprovokasi.

“Daerah seperti Garut, Kabupaten Tasik, Ciamis, Cianjur lalu Kabupaten Bogor, Kota Depok, Sukabumi. Jawa Barat ini basis yang kemudian diidentikan dengan 212,”pungkasnya.

(azs)

loading...

Feeds

Kritik Rekam Jejak Pansel Capim KPK

Catatan kurang sedap mengiringi perjalanan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023. Mencuat jejak rekam (track …
SIMBOLIS : Peresmian secara simbolis monumen Gor Sasakawa yang dibangun di Jalan Padjadjaran, Bandung, disaksikan langsung oleh Sekjen KKI Pusat, Ketum Forki Jabar, Wali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, Kasubdisbinor Disjasad, Ketum Forki Kota Cimahi dan pengurus, serta perwakilan pengurus perguruan-perguruan yang ada di Cimahi.

Kuatkan Tali Persaudaraan

CIMAHI – Keluarga besar Vira Prakarsa Yudha Sawa Dojo, Kushinryu M Karatedo Indonesia (KKI) melaksanakan buka puasa bersama dengan 400 …