Sisihkan Penghasilan Usaha untuk Menolong Sesama

Ai Saidah Karisma (35)

Ai Saidah Karisma (35)

POJOKBANDUNG.com, KUTAWARINGIN – Namanya Ai Saidah Karisma (35). Sebagai pengiat Posyandu di Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Saidah juga mempunyai usaha makloon konveksi pakaian hijab. Apalagi di bulan suci Ramadan ini, banyak sekali orderan dari pelanggannya untuk memenuhi kebutuhan penjualan pakaian lebaran. Di tengah kesibukannya, Saidah berbagi pengalaman terkait penggunaan JKN-KIS pada saat ditemui di kediamannya, Jumat (10/5).

Saidah merupakan peserta JKN-KIS mandiri di kelas 2 yang ia daftarkan beserta keluarganya 2 tahun yang lalu. Tahun 2017 ia dikaruniai seorang anak perempuan yang lahir melengkapi kebahagiaannya dan suami. Pada saat melahirkan anak ketiganya, Saidah harus dilakukan operasi caesar dikarenakan berat badan bayinya yang over serta ada beberapa lilitan tali pusar ke leher bayi.

“Pada saat hamil usia kandungan 8 bulan saya sudah diberitahu dokter bahwa proses lahiran akan dilakukan caesar, karena waktu itu berat badan bayi mencapai 4,5 kg serta tali pusarnya melilit ke leher bayi. Dengar kabar itu saya khawatir soal biaya yang mahal untukdioperasi caesar, tapi beruntungnya saya sudah daftar JKN-KIS,” ucapnya.

Setelah anaknya lahir dan tumbuh besar sampai sekarang, Saidah merasakan besarnya manfaat yang diberikan JKN-KIS. Terlebih dengan iuran bulanan yang tak seberapa, ia bisa terbebas dari biaya operasi caesar yang mungkin bisa menghabiskan jutaan rupiah.

“Mungkin kalau dulu saya belum daftar BPJS Kesehatan, sudah berapa puluh juta buat bayar operasi caesar. Uang dari mana bagi saya mah harus bayar segitu. Tapi alhamdulillah saya tertolong karena sudah menjadi peserta JKN KIS. Semuanya gratis, sama sekali tidak bayar sepeser pun, mulai dari biaya operasi, biaya dirawat di rumah sakit, sampai obat. Pokoknya mantap JKN-KIS mah,” sambung Saidah.

Baginya yang terpenting adalah bisa merasakan manfaat dari selama ini membayar iuran. Saidah selalu menyisihkan sebagian penghasilan dari usahanya untuk membayar iuran JKN-KIS beserta keluarganya. Saidah menuturkan bahwa Program JKN-KIS terbentuk atas dasar tolong menolong dengan prinsip gotong royong.

“Jadi ketika orang lain sakit, sudah sepatutnya kita menolong melalui iuran JKN KIS,” ucapnya.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

BPJSTK Mengajar Edukasi Pelajar SD Cibentar

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BPJS Ketenagakerjaan Kantor Wilayah Jawa Barat berbagi ilmu pengetahuan dan memberikan semangat kepada siswa Sekolah Dasar (SD) …