Di Wilayah Pelosok, Banyak Masjid yang Rusak

Tim produksi program televisi bertajuk Cinta Masjid menggelar konferensi pers.(foto : Azis Zukhairil)

Tim produksi program televisi bertajuk Cinta Masjid menggelar konferensi pers.(foto : Azis Zukhairil)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Kondisi bangunan masjid yang tak layak seringkali ditemukan di daerah pelosok atau pedalaman negeri. Selain kendala dana, akses jalan yang buruk menjadi kesulitan tersendiri bagi masyarakat yang ingin membenahi masjid.

Hal itu disampaikan Direktur Yayasan Masjid Nusantara (YMN), Pras Purworo saat ditemui di kawasan Jalan Dayang Sumbi, Kota Bandung, Jumat (10/5/2019).

“Memang kami tidak punya data pasti berapa jumlahnya, tapi di daerah pelosok banyak masjid yang kondisinya tidak layak dan perlu diperbaiki,” ujarnya.

Hal itu didasarkan pada pengalaman YMN memperbaiki masjid. Sejak 2012 lalu pihaknya sudah memperbaiki dan membangun sebanyak 84 masjid di berbagai pelosok karena kondisinya mengkhawatirkan. Total donasi yang tersalurkan sejak tahun 2012 sebesar Rp 11,2 miliar.

Jenis kerusakannya hampir serupa. Yakni, bocor atau hampir roboh karena pembangunannya tidak tuntas karena masyarakat sekitar terkendala biaya untuk melakukan perbaikan. Kondisi itu diperparah dengan sulitnya mendapatkan material bangunan karena aksesibilitas yang tidak memadai.

“Misalnya di Halmahera ada daerah namanya Toledo, tim saya sudah kesana, jaraknya cukup jauh 11 jam ke Toledo. Pake kapal, karena termasuk pulau terluar di indonesia,” katanya.

Menurutnya, masjid yang perlu diperbaiki maupun dibangun tersebar di seluruh Indonesia. Namun saat ini pulau di luar Jawa lebih banyak dilirik atau dibantu.

Tahun ini, ia menargetkan 30 masjid di Indonesia terbangun atau diperbaiki pada tahun ini. Sejumlah upaya dilakukan untuk menarik donatur guna memperbaiki masjid bahkan menyelesaikan pembangunan masjid di daerah atau di pedalaman.

“Kami sebarkan informasi masjid di daerah yang harus dibantu kepada para donatur, mereka coba bantu, dan yang tertarik di daerah bukan di pulau Jawa. Misalkan iklankan di pulau mana Insyaallah ada donatur yang mau. Adapun satu masjid kami butuhkan Rp 100 hinga 300 juta,” jelasnya.

“Untuk masjid di Lombok yang terkena bencana kemarin menghabiskan anggaran Rp 3 miliar. Sumber dananya dari donasi dan mitra,” sambungnya.

Salah satu upaya mengenalkan kampanyenya ini adalah bekerjasama dengan pihak televisi swasta membuat program perbaikan masjid di daerah pelosok bertajuk Cinta Masjid. Ada empat masjid yang akan ditayangkan selama bulan ramadan ini.

Pras menambahkan, selain memperbaiki masjid pihaknya juga membangun masjid atau mushola keliling dengan merestorasi kendaraan roda empat berkapasitas 10 hingga 40 jamaah. Saat ini pihaknya sudah memiliki dua unit mosula mobile yang ditempatkan di Bandung dan Jakarta.

(azs)

loading...

Feeds

Kritik Rekam Jejak Pansel Capim KPK

Catatan kurang sedap mengiringi perjalanan Panitia Seleksi (Pansel) Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 2019-2023. Mencuat jejak rekam (track …
SIMBOLIS : Peresmian secara simbolis monumen Gor Sasakawa yang dibangun di Jalan Padjadjaran, Bandung, disaksikan langsung oleh Sekjen KKI Pusat, Ketum Forki Jabar, Wali Kota Cimahi, Wakil Wali Kota Cimahi, Kasubdisbinor Disjasad, Ketum Forki Kota Cimahi dan pengurus, serta perwakilan pengurus perguruan-perguruan yang ada di Cimahi.

Kuatkan Tali Persaudaraan

CIMAHI – Keluarga besar Vira Prakarsa Yudha Sawa Dojo, Kushinryu M Karatedo Indonesia (KKI) melaksanakan buka puasa bersama dengan 400 …