Perkembangan Zaman Tuntut BPJS Ketenagakerjaan Terus Berinovasi Soal Pelayanan

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM), bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar seminar bertajuk pengembangan kompetensi profesi di era revolusi Industri 4.0. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk menjawab tantangan dan pesatnya perubahan zaman.


Acara yang berlangsung di Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Jalan PHH Mustofa, Kota Bandung itu dihadiri Direktur Umum & SDM BPJS Ketenagakerjaan, Naufal Mahfudz, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kuswahyudi dan Ketua Penggerak Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) Wilayah Bandung Dr. Yunus Triyonggo, serta anggota Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia Indonesia (PMSM), bahkan peserta lain dari dunia usaha/industri.

Direktur Umum & SDM BPJS Ketenagakerjaan Naufal Mahfudz mengatakan, salah satu isu yang perlu dipahami bersama adalah perubahan zaman yang cepat. Perkembangan teknologi, perubahan demografi yang mulai didominasi oleh generasi milenials, serta dinamika mobilitas informasi mampu mengubah ekspektasi publik saat ini, dimana semuanya dituntut serba cepat, mudah, dan nyaman.

“Kecepatan adalah kunci memenangkan kompetisi. Sebagai lembaga penyelenggara jaminan sosial untuk para pekerja di Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan harus mampu merespon perubahan tersebut dengan cepat, memiliki cara berfikir yang open mind, meningkatkan sinergitas serta menumbuhkan ekosistem yang mendukung efisiensi dan inovasi,” ucap Naufal.

Kata Naufal, seminar bertema “4 Perlindungan Untuk Pekerja Indonesia”, BPJS Ketenagakerjaan terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada para peserta melalui 4 program yakni, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM) dan Jaminan Pensiun (JP).

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Barat, Kuswahyudi menambahkan, perusahaan atau pemberi kerja memiliki tanggung jawab untuk memastikan seluruh pekerjanya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan yang dikelola oleh BPJS Ketenagakerjaan, sementara karyawan harus menyadari bahwa sudah menjadi hak mereka untuk mendapatkan hal tersebut.

“Kami selalu berupaya memberikan edukasi dan informasi kepada pengusaha dan pekerja terkait kondisi Perusahaan Daftar Sebagian (PDS). Dimana ada 3 jenis status PDS yang kerap terjadi, yaitu PDS Tenaga kerja, PDS Upah, dan PDS Program,” jelasnya.

Selain itu, kata Kuswahyudi, konsekuensi dari pelaporan data upah yang salah berakibat pada berkurangnya manfaat yang akan diterima oleh peserta, antara lain manfaat Jaminan Hari Tua (JHT), manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja(JKK) dan manfaat Jaminan Pensiun (JP). Dampak yang signifikan terlihat pada profesi yang memiliki risiko tinggi, seperti pekerja tambang hingga profesi penerbang.

“Ketidaksesuaian data upah maupun tenaga kerja berdampak pada besaran manfaat yang akan diterima jika yang bersangkutan mengalami risiko pekerjaan,” imbuhnya.

Loading...

loading...

Feeds

249 Tersangka Curanmor Diciduk Polres

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Jabar besama Polres maupun Polresta jajaran wilayah hukum Jabar berhasil meringkus …

Pantau Pelayanan, Bupati Sidak RSUD

POJOKBANDUNG.com, SUBANG – Bupati Subang H. Ruhimat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di rumah sakit umum daerah (RSUD). Hal ini dilakukan …

Jumlah Penduduk Terus Meningkat

POJOKBANDUNG.com, CIMAHI – Jumlah penduduk di Kota Cimahi terus bertambah, mengakibatkan kepadatan penduduk wilayah Kota Cimahi menjadi yang tertinggi di …