Kota Bandung Juara Umum STQH Jabar 2019

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) XVI tingkat Provinsi Jawa Barat 2019 mengukuhkan kafilah Kota Bandung menjadi juara umum dengan membukukan nilai tertinggi dengan jumlah 25 angka.


Walikota Bandung Oded M. Danial secara langsung menerima piala tetap gubernur yang diserahkan langsung oleh Gubernur Jabar Mochamad Ridwan Kamil pada penutupan STQH Jabar 2018 di Pusdai, Kota Bandung, Jumat, 3 Mei 2019 malam.

Sementara itu Dewan Hakim Yang diketuai oleh KH. T. Fuad Wahab dan sekretaris Badruzzaman Yunus itu menetapkan peringkat dua prestasi daerah menjadi milik Kota Bogor dengan nilai 16, sedangkan peringkat ketiga diduduki oleh Kabupaten Sukabumi dan juga Kabupaten Bogor dengan nilai 14.

Peringkat empat ditempati oleh Kota Tasikmalaya (11 poin), peringkat lima Kota Bekasi (8 poin), peringkat enam disabet Kabupaten Bandung, Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis (6 poin). Sementara peringkat tujuh ditempati Kabupaten Cirebon, Majalengka,Kuningan, Indramayu, Sumedang, Kabupaten Bandung Barat (5 poin).

Peringkat delapan milik Karawang, Depok dan Kota Cirebon (3 poin). Peringkat sembilan ditempati Kota Sukabumi dan Garut (2 poin), serta peringkat 10 Kabupaten Bekasi (1 poin).

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengharapkan para juara Seleksi Tilawatil Qur’an dan Hadist (STQH) XVI Tingkat Provinsi Jabar 2019 mampu bersaing dengan kafilah provinsi lain pada STQH tingkat nasional yang akan digelar Juni-Juli 2019 di Pontianak tahun ini.

“Kita semua merindukan Jabar jadi juara pada gelaran STQH tingkat nasional. Pada tahun 2017 di Tarakan Kalimantan Utara, Jabar menempati urutan ke 8 nasional. Pada tahun ini saya targetkan di posisi tiga besar tingkat nasional,” ucap Emil sapaan karibnya dalam sambutan penutupan STQH Jabar 2019 di Pusdai.

Menurut Emil, target tersebut sangat realistis karena Jabar memiliki jumlah muslim terbanyak yaitu 41 juta jiwa dan memiliki sumber daya manusia yang berkualitas. Emil pun meminta kepada seluruh jajaran KOTA dan pembina STQH agar segera mengadakan evaluasi dan merancang strategi dalam mempersiapkan STQH tingkat nasional.

“Manfaatkan secara optimal di ramadhan ini sebagai kawah candradimuka untuk berlatih sekaligus berharap limpahan dan lipatan pahala dari Allah SWT,” ujar dia.

Emil mengakui, STQH harus didukung dan dilaksanakan dalam rangka membentuk manusia unggul yang memiliki keseimbangan antara ilmu, Iman, ahlak dan kesehatannya. Hal tersebut merupakan konsep dasar pendidikan karakter masyarakat Jabar yang dikenal dengan Jabar Masagi.

“Membaca, memahami dan mengamalkan Qur’an dan hadist akan melahirkan Qori dan Qoriah, bertambahnya para penghafal Qur’an dan mufassir, sehingga kemaslahatannya akan membawa masyarakat Jabar juara lahir bathin dengan inovasi dan kolaborasi,” tandasnya.

Dengan berakhirnya STQH Jabar, dia menuturkan, pada hakikatnya kompetisi tersebut merupakan kompetisi yang untuk mengalahkan diri sendiri bukan mengalahkan orang lain.

“Al Quran dan Hadist adalah pedoman dan petunjuk kita selalu umat Islam. Barangsiapa mempelajari dan mengamalkannya dengan sungguh-sungguh maka akan membawa kita pada jalan yang lurus dan insyaallah membawa kita ke jannah-Nya,” pungkasnya.

(apt)

Loading...

loading...

Feeds

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

BMKG Bakal Pantau Hilal 1 Syawal 1442 H

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – BMKG Stasiun Bandung turut melakukan pemantauan hilal atau rukyat hilal 1 Syawal 1442 H untuk penetapan Idul …