Polres Cimahi Kawal Aksi Mayday

KONVOI : Ribuan buruh di Kota Cimahi saat hendak berangkat ke Gedung Sate.
(foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

KONVOI : Ribuan buruh di Kota Cimahi saat hendak berangkat ke Gedung Sate. (foto : WHISNU PRADANA/RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG,com, CIMAHI – Suasana peringatan hari buruh tahun 2019 yang masih dalam suasana Pemilu serta mendekati ramadan, membuat pihak kepolisian mesti bekerja ekstra keras menjaga kondusifitas.


Hal tersebut terlihat dari upaya jajaran Polres Cimahi yang mengawal peringatan hari buruh, sejak para buruh berangkat dari titik awal di PT. Kahatex menuju ke Kantor  Gubernur Jawa Barat melalui Jalan Melong.

Kapolres Cimahi, AKBP Rusdy Pramana Suryanagara, bahkan rela berlari-lari di pinggir mobil komando aksi buruh, hingga ke perbatasan Cimahi dan Kota Bandung, hampir sejauh 5 kilometer.

Hal tersebut sebagai bentuk dukungan bagi para buruh yang akan memperjuangkan nasibnya sekaligus memastikan keadaan kondusif.

“Sudah jadi kewajiban kami melakukan pengawalan bagi rekan-rekan dari serikat buruh yang akan bertolak ke Bandung. Kami pastikan mereka aman dan kondisinya terkendali,” ujar Rusdy saat ditemui di sela-sela kegiatan, Rabu (01/05/2019).

Menurutnya, peringatan mayday pada tahun ini terbilang cukup lancar dan kondusif, tanpa ada indikasi pecahnya kericuhan saat pelaksanaan kegiatan.

“Di Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat ada sekitar 8 titik kumpul, yang diperkirakan dari setiap titik berangkat 50 sampai 100 orang. Tapi sudah kami siapkan pengamanan dan pengawalan,” jelasnya.

Pihaknya menerjunkan sampai 560 personel kepolisian yang melakukan pengawalan. Hal tersebut menyesuaikan dengan jumlah peserta aksi yang diperkirakan mengalami penyusutan dibanding tahun sebelumnya.

“Dari hasil pemetaan di lapangan, kami perkirakan jumlah peserta aksinya ini berkurang. Tapi tetap jadi prioritas pengamanan,” tandasnya.

Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (Kasbi) Kota Cimahi, mengatakan kepemimpinan Jokowi dan Jusuf Kalla tidak berpihak pada buruh. Yakni karena lahirnya PP 78 2015 yang dinilai membatasi kesejahteraan bagi buruh.

“Dibawah kepemimpinan Jokowi – JK, malah lahir peraturan yang menindas kami secara sistematis. Buruh tidak diberikan kesempatan saat survei upah dengan dewan pengupahan, karena upah kami ditentukan melalui inflasi dan pertumbuhan ekonomi,” kata Siti Eni, Ketua Kasbi Kota Cimahi.

(dan)

Loading...

loading...

Feeds

Timo Wermer Ngebet Gabung Liverpool

POJOKBANDUNG.com, LEIPZIG – Pemain RB Leipzig, Timo Werner, memberi sinyal bersedia bergabung dengan Liverpool. Dia bilang gaya bermainnya cocok dengan …

Love Fest 2020 Ditutup dengan Manis

POJOKBANDUNG.com, JAKARTA – HARI kedua gelaran Love Fest 2020 ditutup dengan sempurna. Musisi wanita kebanggaan Indonesia, Reza Artamevia tampil energik …

I Made Pemain Terbaik Versi FWP

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – I Made Wirawan terpilih sebagai sebagai pemain terbaik Persib Bandung 2019 versi jurnalis. Made mendapatkan penghargaan Best …

Teja Paku Alam Kiper Modern

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Penjaga gawang Persib Bandung, Teja Paku Alam sudah mulai mendapatkan tempat di posisi penjaga gawang Maung Bandung. …

Warga Siap Tanam Pohon Keras

POJOKBANDUNG.com, KERTASARI – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terkejut, usai mengetahui di kawasan sekitar hulu Sungai Citarum hanya ditanami …

Belasan Remaja Diamankan

POJOKBANDUNG.com, BALEENDAH – Karena membawa senjata tajam, sejumlah remaja diamankan oleh anggota kepolisian Polsek Baleendah. Kapolsek Baleendah, Kompol Supriyono , …