Oded: Berhenti Bakar Sampah

MENJENGUK: Walikota Bandung, Oded M Danial menjenguk Maqeela Tavisha (2) di RS Advent, Jalan Cihampelas Bandung, kemarin, Rabu 01 Mei 2019.
(foto : 
MURWANI/ RADAR BANDUNG)

MENJENGUK: Walikota Bandung, Oded M Danial menjenguk Maqeela Tavisha (2) di RS Advent, Jalan Cihampelas Bandung, kemarin, Rabu 01 Mei 2019. (foto : MURWANI/ RADAR BANDUNG)

POJOKBANDUNG.com, BANDUNG – Wali Kota Bandung, Oded M Danial meminta warga berhenti menangani sampah dengan cara membakar. Pasalnya, asap pembakaran sampah berdampak buruk bagi kesehatan.


“Saya mengimbau kepada warga Kota Bandung tidak ada lagi melakukan metode penanganan sampah dengan cara dibakar,” ujar Oded seusai menjenguk pasien penderita penyakit pneumonia, Maqeela Tavisha (2) di RS Advent, Jalan Cihampelas Bandung, kemarin.

Pneunomia merupakan proses radang akut pada jaringan paru sehingga menyebabkan kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kondisi kesehatan ini sering kali disebut dengan paru-paru basah, sebab paru-paru bisa saja dipenuhi dengan air atau cairan lendir.

Selain mengajak masyarakat untuk berhenti pembakaran sampah, Oded juga menyampaikan rasa empati kepada Tavisha, penderita pneumonia terdampak dari pembakaran sampah.

Sebagai solusi, Oded menyebutkan pengelolaan sampah di Kota Bandung sejatinya ada cara lain lewat beberapa program Pemkot. Misalnya sampah organik dapat diolah melalui metode biodigister. Sedangkan sampah anorganik bisa diolah melalui bank sampah.

Selain itu, kata Oded, Pemkot Bandung juga memiliki program Kang Pisman (Kurangi – Pisahkan – Manfaatkan) untuk proses penanggulangan sampah.

“Saya kira itu langkah Pemerintah Kota Bandung untuk menghilangkan metode penanganan sampah dengan cara dibakar,” katanya.

Larangan membakar sampah sudah tertuang dalam Undang-Undang Republik Indonesia Tahun 2008 dan Peraturan Daerah (Perda) nomor 5 Tahun 2005 tentang Pengendalian Pencemaran Udara.

Maqeela Tavisha (2) adalah warga Jalan Cisitu Indah No VI, Bandung yang didiagnosa menderita penyakit pneunomia. Diduga penyebabnya dari asap pembakaran sampah yang kerap terjadi di sekitar rumahnya.

(mur)

Loading...

loading...

Feeds